BPBD Pasuruan: Banjir masih genangi ribuan rumah di dua kecamatan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menyatakan hingga kini ribuan rumah di dua kecamatan, yakni Rejoso dan Grati di wilayah setempat masih tergenang banjir, sejak Sabtu (3/1) malam.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur menyatakan hingga kini ribuan rumah di dua kecamatan, yakni Rejoso dan Grati di wilayah setempat masih tergenang banjir, sejak Sabtu (3/1) malam.
Berdasarkan data BPBD Pasuruan tercatat tujuh desa di Kecamatan Rejoso mengalami banjir dengan ketinggian air rata-rata 20 hingga 40 sentimeter, yakni Sadengrejo, Karang Pandan, Pandanrejo, Kawisrejo, Toyaning, Kedungbako, dan Jarangan.
"Untuk wilayah Desa Sadengrejo, banjir dengan ketinggian air 50 sentimeter terjadi di Dusun Bantengan, sedangkan di Desa Toyaning, dusun terdampak paling parah, yakni Dusun Toyaning," kata Kepala BPBD Pasuruan Sugeng Hariyadi di Pasuruan, Minggu.
Di wilayah Kecamatan Grati, Sugeng, banjir melanda Desa Kedawung Kulon, tepatnya di Dusun Kebrukan.
Meski demikian, ia optimistis genangan tidak akan terjadi dalam tempo lama sehingga diperkirakan genangan akan segera surut.
"Di Dusun Kebrukan sudah mulai surut, mudah-mudahan tidak turun hujan deras lagi," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan telah melakukan tindakan kedaruratan, seperti pembagian makanan siap saji, camilan, dan bantuan lainnya sejak banjir pertama melanda dua kecamatan tersebut.
"Kami telah mendistribusikan bantuan makanan siap saji dan lainnya kepada warga terdampak, semoga hujan deras tidak kembali melanda sehingga banjir dapat segera surut," kata dia.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana banjir, angin kencang, dan tanah longsor saat musim hujan yang melanda Pasuruan.




