Empat rumah rusak akibat pergerakan tanah di Rawabelut-Cianjur
Petugas gabungan dari Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat empat rumah rusak akibat pergerakan tanah di Desa Rawabelut, sehingga 12 orang warga terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya sejak satu pekan terakhir.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Petugas gabungan dari Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mencatat empat rumah rusak akibat pergerakan tanah di Desa Rawabelut, sehingga 12 orang warga terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya sejak satu pekan terakhir.
Camat Sukaresmi Azis Muslim saat dihubungi, Jumat, mengatakan pergeseran tanah yang terjadi tidak hanya merusak rumah, tapi juga membuat jalan utama penghubung antardesa tidak dapat dilalui, sehingga aktivitas warga terhambat.
Proses penanganan sudah dilakukan bersama, sehingga sejumlah titik jalan yang semula tidak dapat dilalui total sudah dapat dilalui minimal kendaraan roda dua. Petugas gabungan dari kecamatan, desa, TNI/Polri dan masyarakat bergotong-royong menyingkirkan material longsor.
"Kejadian tersebut sudah kami laporkan ke Pemkab Cianjur dan BPBD Cianjur agar segera mendapat penanganan. Warga yang mengungsi ke rumah saudaranya diminta untuk bertahan karena cuaca ekstrem masih terjadi," katanya.
Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan pihaknya bersama petugas gabungan meminta warga meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan agar segera mengungsi ketika melihat tanda alam akan terjadi bencana.
Kepala Desa Rawabelut Syarif Hidayat mengatakan, tidak hanya pergeseran tanah, cuaca ekstrem juga mengakibatkan longsor yang mengancam perkampungan serta sejumlah jalan penghubung antardesa.
Empat rumah yang rusak akibat pergeseran tanah berada di Kampung Cipeteuy, Kampung Gunung Hawu, dan Kampung Lembur Kandang.
Sebagian besar wilayah Desa Rawabelut merupakan kawasan yang sejak lama dikenal sebagai zona rawan longsor dan pergerakan tanah, sehingga diperlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Pergeseran tanah terjadi hampir setiap tahun terutama saat cuaca ekstrem, sehingga perlu penanganan serius agar tidak semakin membahayakan warga,” katanya.




