Gempa Magnitudo 6,1 guncang Simeulue, Aceh
Gempa dengan kekuatan magnitude 6,1 mengguncang wilayah Sinabang (Kepulauan Simeulu, Aceh). Gempa terjadi siang tadi pukul 11.56 WIB dengan Kekuatan 6,4 SR.

Gempa, Sumber foto: Ilustrasi/elshinta.com.
Gempa, Sumber foto: Ilustrasi/elshinta.com.
Gempa dengan kekuatan magnitude 6,1 mengguncang wilayah Sinabang (Kepulauan Simeulu, Aceh). Gempa terjadi siang tadi pukul 11.56 WIB dengan Kekuatan 6,4 SR.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,85° LU ; 96,40° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 69 Km arah tenggara Sinabang, Aceh pada kedalaman 26 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia menunjam ke Lempeng Eurasia.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust fault ). Jelas Kepala Stasiun Geofisika Aceh Besar Andi Azhar Rusdin yang berhasil dikonfirmasi.
“Gempa dengan kekuatan magnitude 6,1 mengguncang wilayah Sinabang pada pukul 11.46 WIB namun tidak berpotensi Tsunami. Pada pukul 12.16 WIB terjadi gempa susulan 3,2 SR,” jelas Andi Azhar Rusdin Kepala BMKG Aceh Besar seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Fitri Juliana, Selasa (3/3).
Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Aceh Singkil, Aceh Barat Daya, Nagan Raya dan Simeulue, dengan skala intensitas IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), daerah Nias dan Pinangsori dengan skala intensitas III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Aceh Selatan, Meulaboh Blang Pidie, Nias Utara, Medan, Tarutung, Aek Godang dan Subulussalam dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu),
Sedangkan untuk daerah Gunungsitoli, Aceh Tengah, Aceh Jaya dan Gayo Lues dengan skala intensitas II-III MMI hanya merasakan getaran di dalam rumah saja sedangkan untuk wilayah Bener Meriah, Banda Aceh dan Aceh Besar dengan skala intensitas II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tersebut tidak berpotensi Tsunami.
Hingga pukul 12.16 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya (1) satu aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3.2.
Ahmadi, warga Kepulauan Simeulue yang berhasil dihubungi media ini mengatakan ia dan keluarganya merasakan guncangan gempa yang terjadi siang tadi dan membuat warga di komplek rumahnya panik hingga keluar dari rumah.
“Lumayan kencang tadi guncangannya, sempat pening juga tapi tidak ada kerusakan, hanya sebagian warga panik saja sampai keluar rumah,” jelas Ahmadi melalui sambungan telpon.




