Gubernur Jateng serahkan 36 huntap kepada warga Aribaya Banjarnegara
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyerahkan 36 hunian tetap (huntap) kepada warga terdampak tanah bergerak di Dusun Bawang, Desa Aribaya, Kabupaten Banjarnegara.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi menyerahkan 36 hunian tetap (huntap) kepada warga terdampak tanah bergerak di Dusun Bawang, Desa Aribaya, Kabupaten Banjarnegara.
“Senang atau tidak? Masih ingat rumah dulu? Tidak usah ingat yang dulu karena tidak bisa dipakai lagi dan bahaya. Yang penting pada puasa dan Lebaran ini tinggal di rumah baru, gratis, tidak bayar. Semoga berkah bagi kita semuanya,” kata dia saat menyerahkan kunci rumah di tempat relokasi di Desa Aribaya, Kecamatan Pagentan, Senin.
Sebanyak 36 huntap itu dibangun menggunakan teknologi Rumah Sistem Panel Instan (Ruspin) yang memiliki sejumlah keunggulan, antara lain tahan gempa, proses pembangunan relatif cepat, lebih ekonomis dan efisien, serta memiliki struktur yang fleksibel dan kuat.
Selain rumah, warga juga menerima sertifikat tanah yang sah dan dapat langsung menempati hunian tersebut menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Penyerahan huntap itu merupakan bentuk kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam memberikan jaminan keselamatan bagi masyarakat, khususnya warga Desa Aribaya yang selama bertahun-tahun diliputi kecemasan akibat ancaman pergerakan tanah.
Ia mengatakan Jateng termasuk daerah rawan bencana sehingga penanganan kebencanaan harus dilakukan secara komprehensif, mulai dari saat terjadi bencana hingga tahap pasca-bencana.
“Itu penting. Harus ada kerja sama dan kolaborasi, termasuk cara mengatasinya, sehingga masyarakat merasa tidak ditinggalkan. Pejabat yang bersangkutan harus menyertai,” katanya.
Menurut dia, pembangunan 36 huntap tersebut terwujud berkat sinergi berbagai pihak.
Dalam hal ini, Pemkab Banjarnegara menyiapkan lahan relokasi, Pemprov Jawa Tengah membantu pembiayaan pembangunan rumah, sedangkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) menerbitkan sertifikat tanah bagi warga penerima manfaat.
“Jadi manfaatkan rumah ini untuk masa depan bapak ibu sekalian,” kata dia.
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyampaikan apresiasi atas percepatan penyelesaian relokasi yang telah dinantikan sejak 2022.
“Kami mewakili masyarakat berterima kasih kepada gubernur dan jajaran Pemprov Jateng. Awalnya proses cukup lama, sudah dari 2022, tapi di masa Gubernur Ahmad Luthfi bisa dipercepat dan sudah diserahkan kuncinya ke warga,” katanya.
Dia mengatakan pemerintah daerah masih akan melengkapi sejumlah fasilitas umum di tempat relokasi, seperti akses jalan, mushalla, instalasi listrik, dan air bersih.
“Total semua relokasi di Banjarnegara ada 80 unit dan ini terakhir 36 unit,” kata dia.
Salah seorang penerima manfaat, Yanto, mengaku bersyukur atas bantuan rumah baru yang dinilai lebih aman dan layak huni dibandingkan dengan rumah lama yang hampir roboh.
“Terima kasih banget atas bantuannya. Sebelum pindah ke sini, dulu rumah sudah mau roboh. Sudah tidak bisa ditempati lagi. Rumah di sini lebih bagus, langsung dapat sertifikat juga. Senang sekali,” katanya.




