Top
Begin typing your search above and press return to search.

Jembatan penghubung dua desa di Ngawi putus akibat banjir bandang

Jembatan penghubung dua desa di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur terputus akibat derasnya air sungai saat banjir bandang terjadi di kawasan lereng Gunung Lawu setelah hujan deras melanda daerah setempat sepanjang malam.

Jembatan penghubung dua desa di Ngawi putus akibat banjir bandang
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Jembatan penghubung dua desa di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur terputus akibat derasnya air sungai saat banjir bandang terjadi di kawasan lereng Gunung Lawu setelah hujan deras melanda daerah setempat sepanjang malam.

Terputusnya akses jembatan yang menghubungkan warga di Desa Ngrambe dengan Desa Sidomulyo di Kecamatan Ngrambe itu menyebabkan kedua warga di dua desa harus memutar hingga hampir 5 kilometer.

Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngawi Partoyo di Ngawi, Selasa, mengatakan pihaknya mendapat laporan warga bahwa jembatan di Kecamatan Ngrambe tersebut roboh pada Selasa pagi.

Menurutnya, usia jembatan memang sudah cukup tua, kemudian cuaca ekstrem menyebabkan banjir bandang, sehingga mengikis fondasi jembatan tersebut dan terputus.

"Terputusnya jembatan itu berdampak besar pada mobilitas warga, karena warga harus memutar hingga beberapa kilometer untuk beraktivitas," katanya.

Pihak BPBD selanjutnya melakukan mitigasi dan berkoordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan setempat untuk membangun jembatan darurat dari bambu guna membantu aktivitas transportasi masyarakat.

Robohnya jembatan juga menyebabkan pipa air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) terputus. Ratusan pelanggan di Desa Sidomulyo terdampak, karena pasokan air bersih terganggu dan terhenti sementara hingga ada perbaikan.

Sesuai pemetaan BPBD Kabupaten Ngawi, wilayah lereng Gunung Lawu, seperti di Kecamatan Ngrambe, Sine, Kendal, dan Jogorogo sangat rawan terjadi bencana hidrometeorologi saat hujan deras melanda, baik tanah longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang.

BPBD Ngawi mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang terjadi pada puncak musim hujan di bulan Februari, sehingga perlu meningkatkan kesiagaan untuk menghadapi bencana alam yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire