Kemenkes arahkan sekitar 3.200 relawan respons bencana Sumatera
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini pihaknya mengarahkan sebanyak sekitar 3.200 relawan guna memastikan kelangsungan layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana di wilayah Sumatera.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, saat ini pihaknya mengarahkan sebanyak sekitar 3.200 relawan guna memastikan kelangsungan layanan kesehatan bagi warga terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Budi mengatakan di Jakarta, Jumat, bahwa para relawan itu terbagi atas sekitar 400 tim, dan ditugaskan di sekitar 1.000 pengungsian dan 76 desa terisolir. Dari 3.200, sebanyak 500 dari pemerintah, dan sisanya dari mitra. Setiap dua minggu, katanya, tim-tim itu dirotasi.
"Jadi masalah kesehatan pertama, Bapak Ibu, kita masih ada 300 ribu refugees, orang yang keluar dari rumahnya," katanya dalam acara pengiriman 2.500 ton bantuan rehabilitasi dan pembersihan dari Palang Merah Indonesia (PMI) di Pelabuhan Tanjung Priok.
Budi menjelaskan, butuh lebih banyak relawan untuk kelangsungan layanan kesehatan bagi warga ini. Dia menyebutkan, belajar dari pengalaman selama COVID-19, perlu ada kolaborasi untuk menangani bencana. Indonesia memiliki modal sosial yang besar, karena orang-orangnya suka membantu, dan dapat didayagunakan untuk percepatan perluasan layanan kesehatan di daerah terdampak bencana.
"Inklusifnya tidak bisa approach program pemerintah. Kita harus membangun ini sebagai gerakan," katanya.
Dia menyebutkan, karena bencana yang melanda Sumatera, 87 rumah sakit di 3 provinsi terdampak, dan 9 RS tidak dapat beroperasi. Namun berkat bantuan dan kerja keras semua pihak, katanya, dalam waktu 2 minggu semuanya bisa beroperasi lagi,
"Puskesmas ada 867 yang kena.
Itu 180-an tidak bisa beroperasi sama sekali. Alhamdulillah, bantuan semua teman-teman. Sekarang udah tinggal yang belum beroperasi," dia menambahkan.
Dia menyoroti kondisi di keempat puskesmas itu, yang terendam lumpur yang masih tinggi. Oleh karena itu, pihaknya meminta bantuan PMI untuk mengirimkan ekskavator kecil guna membantu proses pembersihan.
"Satu meteran lumpurnya. Kalau pakai sekop, bisa 3 minggu, sebulan baru selesai. Jadi saya senang tuh lihat ada alat-alat kecil, ekskavator. Saya bilang, 'Pak JK (Ketua PMI Jusuf Kalla) boleh dong 4 dikirim ke puskesmasnya saya sekalian sama orang yang bisa mengoperasikannya'," kata Budi.
Harapannya, dalam seminggu keempat puskesmas itu bisa dibersihkan.
Dia menyebutkan, selain tenaga kesehatan relawan dan fasilitas kesehatan, ada sejumlah kebutuhan yang masih perlu dipenuhi, seperti kasur, furnitur, PC atau komputer, agar layanan kesehatan dapat diberikan secara optimal.
Kepada para relawan, Budi mengatakan bahwa bantuan-bantuan dapat langsung diberikan ke fasilitas kesehatan terdampak dan tidak perlu ke Kemenkes.




