Longsor terjang Menawan dan Rahtawu Kudus, satu korban meninggal dunia
Bencana tanah longsor terjadi di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu dan Dukuh Kambangan Desa Menawan, Kecamatan Gebog, kabupaten Kudus Jawa Tengah pada Minggu (11/1). Longsor dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.

Sumber foto: Sutini/elshinta.com
Sumber foto: Sutini/elshinta.com
Bencana tanah longsor terjadi di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu dan Dukuh Kambangan Desa Menawan, Kecamatan Gebog, kabupaten Kudus Jawa Tengah pada Minggu (11/1). Longsor dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.
Kapolsek Gebog AKP Siswanto mengatakan peristiwa terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat warga sekitar beraktivitas. Tanah di depan rumah warga tiba-tiba bergerak dan mengalami retakan sebelum akhirnya longsor ke bawah.
“Awalnya warga melihat tanah di depan rumah retak dan bergerak. Warga langsung menyelamatkan diri dan mengajak anggota keluarga keluar rumah,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (12/1).
Material longsoran dari ketinggian kurang lebih 10 meter tersebut sebagian menimpa atap belakang salah satu rumah warga. Sedikitnya tiga rumah warga terdampak akibat kejadian ini.
Mendapat laporan adanya tanah longsor, lanjut Kapolsek, langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan, membantu evakuasi warga, serta membersihkan material longsor bersama relawan dan masyarakat setempat.
“Kami langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan masyarakat, membantu evakuasi, serta mengantisipasi kemungkinan longsor susulan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah desa, relawan tanggap bencana, dan unsur TNI untuk melakukan penanganan serta pemantauan lanjutan di wilayah rawan longsor.
Setelah dilakukan pembersihan material longsor secara gotong royong, akses jalan yang sempat tertutup kini sudah dapat dilalui kembali oleh warga, meski masyarakat tetap diimbau untuk berhati-hati saat melintas, terutama saat hujan.
Sementara itu, Longsor juga melanda Dukuh Kambangan Desa Menawan Kecamatan Gebog yang menyebabkan seorang warga bernama Sriyatun (53) meninggal di warung tempatnya berjualan, Minggu (11/1) siang.
Ketua Desa Tangguh Bencana (Destana) Menawan, Freddy Arifin mengatakan kronologis kejadian adanya warga yang tertimpa longsor berawal saat korban bersama suaminya berjualan di warungnya yang dekat dengan tebing setinggi 5 meter. Tiba-tiba terjadi longsor batu yang menimpa korban sedangkan suaminya bisa menyelamatkan diri. "Setelah mendapatkan laporan kami langsung ke lapangan untuk melakukan evakuasi. Korban terhimpit batu dan kusen pintu sehingga membutuhkan waktu untuk evakuasi. Saat ini korban sudah disucikan dan akan dimakamkan", katanya.
Freddy mengaku sudah melakukan sosialisasi kepada warga yang rumahnya atau tempat usaha rawan longsor pada saat musim seperti ini untuk waspada, tetapi terkadang warga membandel karena merasa selama ini aman.




