Pasaman Barat siaga bencana alam
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terus memantau dan siaga terhadap ancaman bencana alam banjir dan longsor di daerah itu karena hujan deras terus terjadi pada Jumat, sejak pagi hingga sore.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terus memantau dan siaga terhadap ancaman bencana alam banjir dan longsor di daerah itu karena hujan deras terus terjadi pada Jumat, sejak pagi hingga sore.
"Kita sudah instruksikan kepada camat, nagari (desa) agar memantau wilayah masing-masing dan melaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Selain itu juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan," kata Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail di Simpang Empat, Jumat.
Menurutnya hujan lebat terjadi hampir merata di wilayah Pasaman Barat sejak pagi. Sejumlah air sungai mulai naik ke permukaan tetapi hingga pukul 18.00 WIB masih kondisi aman.
Menurutnya saat ini BPBD Pasaman Barat terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan jajaran kecamatan dan nagari terkait situasi daerah masing-masing.
"Koordinasi dan informasi sangat penting dalam rangka siaga bencana serta langkah-langkah yang aman diambil nantinya," katanya.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyebarkan informasi hoaks tentang bencana alam di media sosial karena bisa memberikan rasa takut kepada masyarakat.
Dari laporan ke BPBD situasi air sungai di sejumlah daerah di Pasaman Barat sampai sore ini masih relatif aman.
"Kita siaga penuh memantau debat air Sungai Batang Pasaman. Saat ini air sungai memang sudah naik namun masih dalam batas aman. Mudah-mudahan air segera surut meskipun hujan terus terjadi," kata Pejabat Wali Nagari (Kepala Desa) Aia Gadang Barat Khairil Ikhwan.
Pihaknya juga telah memberikan himbauan kepada masyarakat yang berdomisili di dekat Sungai Batang Pasaman agar meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya banjir.
Pasaman Barat merupakan salah satu daerah yang rawan bencana di Sumbar. Pada akhir November 2025 lalu Pasaman Barat juga terdampak banjir dan longsor. Saat ini masih tahap persiapan rehabilitasi dan konstruksi.
Sebelumnya pada bencana alam November dan Desember 2025 menyebabkan lima orang meninggal dunia, tiga orang hilang, lima orang luka, 198 jiwa mengungsi, 18 unit rumah rusak berat, 16 unit rumah rusak sedang dan 38 unit rumah rusak ringan.
Lalu 11 unit rumah hanyut, tiga fasilitas kesehatan rusak, 30 tempat ibadah terdampak, satu kantor rusak, 1.904 meter irigasi rusak, 15 bendungan rusak, 14 jembatan rusak, 12 ruas jalan rusak, 1.005 hektare lahan pertanian terdampak dan 12.071,5 lahan perkebunan terdampak.




