Penyintas banjir di Aceh Tamiang mulai bangkit pada momentum Ramadhan
Para penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang mulai bangkit pada momentum bulan suci Ramadhan, di mana para pelaku UMKM di sana sudah mulai berjualan takjil.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Para penyintas banjir di Kabupaten Aceh Tamiang mulai bangkit pada momentum bulan suci Ramadhan, di mana para pelaku UMKM di sana sudah mulai berjualan takjil.
"Kami baru mulai jualan. Meskipun rumah masih berantakan setelah banjir kemarin, kami harus tetap usaha. Tidak bisa terus-menerus larut dalam kesedihan," kata Yanti, salah seorang warga Desa Kebun Tanah yang menjual takjil Ramadhan di Aceh Tamiang, Rabu.
Dia mengakui modal yang digunakannya untuk berjualan berasal dari kantong pribadi tanpa adanya bantuan dari pemerintah.
Dengan status kerusakan rumahnya yang kategori sedang, ia berharap proses verifikasi dan validasi data segera rampung agar bantuan rehabilitasi dapat diterima sebelum Idul Fitri.
"Harapan kami pemerintah adil dalam menyalurkan bantuan. Karena semua kita terdampak banjir, jadi kami harap bantuannya bisa segera keluar untuk membeli perlengkapan rumah dan kebutuhan sekolah anak," ujar Yanti.
Kisah serupa datang dari Marfuah (49), penyintas lainnya yang berjualan es buah dan jajanan seharga Rp5.000 per porsi.
Meski omzetnya mulai membaik dan mencapai kisaran Rp300-750 ribu per hari, ia masih menyimpan kekhawatiran karena proses pendataan rumah yang dirasa lambat.
Diharapkannya momentum Ramadhan ini menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Aceh Tamiang untuk mempercepat distribusi bantuan sosial maupun dana renovasi rumah, mengingat kebutuhan hidup yang meningkat menjelang Lebaran.
"Rumah kami rusak sedang, mudah-mudahan tidak berubah status jadi ringan. Itu yang kita takutkan, makanya katanya ini didata ulang," ujar Marfuah.




