Percepat pemulihan 3.000 warga terisolasi longsor di Jepara, Pertamina peduli salurkan BBM dan sembako
Musibah Banjir dan Tanah Longsor akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Muria Raya dalam beberapa hari terakhir melanda wilayah beberapa desa di 3 Kabupaten yakni Kudus, Pati dan Jepara.

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Musibah Banjir dan Tanah Longsor akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah Muria Raya dalam beberapa hari terakhir melanda wilayah beberapa desa di 3 Kabupaten yakni Kudus, Pati dan Jepara. Salah satu desa terparah akibat bencana yakni Desa Tempur Kecamatan Keling Kabupaten Jepara. Sebanyak 3.522 jiwa warga Desa Tempur, masih terisolasi karena akses yang terputus diterjang longsor dan jalanan yang putus terkikis arus sungai.
Kepala BPBD Kabupaten Jepara Arwin Noor Isdiyanto mengatakan, ada enam dukuh yang terdiri dari 1.446 kepala keluarga yang terisolasi akibat terputusnya akses jalan secara total. Longsor menerjang desa ini Jumat (9/1) setelah diguyur hujan deras tanpa henti. "Terdapat 3.522 jiwa dari 1.445 kepala keluarga Desa Tempur yang berada di enam dukuh terisolir akibat terputusnya akses jalan secara total," ujar Arwin dalam keterangannya, Minggu (11/1).
Adanya peristiwa tersebut Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah gerak cepat dalam bentuk kepeduliannya menyerahkan bantuan BBM Dexlite 1.000 liter untuk operasional alat berat, tabung LPG untuk dapur umum posko pengungsian dan makanan cepat saji.
Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Bupati Jepara Witiarso Utomo, S.E disaksikan Gubernur Jateng Komjen Pol (Purn) Drs Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen pada saat mengunjungi titik pembersihan excavator di lokasi yang sudah 4 hari dilanda hujan deras tersebut.
Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina RJBT, Taufiq Kurniawan mengatakan fokus utama kepedulian Pertamina adalah bantuan BBM untuk operasional alat berat. “Alat berat tersebut dioperasikan untuk membersihkan jalanan dari material longsor dan membuat penyambungan jalan sementara menuju desa yang terisolir sehingga akses kita buka dulu. Begitu akses dibuka nanti bantuan dan mobilisasi lainnya akan mudah,” ujar Taufiq
“Saat ini layanan listrik ke desa tersebut sudah tersambung, sehingga BBM hanya diperlukan untuk alat berat. Terdapat 1 Pangkalan LPG di desa tersebut yang sempat terisolir, namun Pertamina memastikan untuk kebutuhan memasak selain LPG Bright Gas bantuan untuk Dapur Umum juga dipasok dari Agen LPG di bawah dengan sarana yang memungkinkan untuk mencapai desa tersebut sehingga pasokan LPG kami amankan dengan segala upaya,” imbuhnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (14/1).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kabupaten Jepara, Tri Mulyo Mardi Santoso, menyampaikan apresiasi atas dukungan kepada PT Pertamina Patra Niaga dalam penanganan bencana longsor di Desa Tempur. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga yang telah turun langsung ke lapangan untuk membantu warga kami yang terdampak bencana longsor. Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat, baik bagi masyarakat maupun bagi kami dalam proses evakuasi serta pembukaan akses jalan. Dengan terbukanya kembali akses bagi kendaraan roda empat menuju Desa Tempur, proses pembersihan dapat segera diselesaikan,” ujarnya.
Kepala Cabang Dinas (Cabdin) ESDM Wilayah Kendeng, Dwi Suryono yang bertanggung jawab atas BBM untuk alat berat tersebut, “Terima kasih kami ucapkan kepada Pertamina yang sudah berkontribusi sebanyak 1000 liter BBM dalam rangka untuk mendukung logistik (khususnya) alat berat untuk membuka akses jalan yang tertutup oleh bencana tersebut”, ungkapnya.




