PMI Sumut lakukan pendampingan psikososial anak di Tapanuli Tengah
Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melakukan pendampingan layanan psikososial terhadap anak-anak dan masyarakat pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) melakukan pendampingan layanan psikososial terhadap anak-anak dan masyarakat pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut.
"Kita berikan layanan psikososial berfokus pada kesejahteraan anak dan kesehatan warga di Masjid Nurul Istiqomah, Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan kemarin," ucap Wakil Koordinator Lapangan PMI Sumut Juliardy Arba di Tapanuli Tengah, Sumut, Selasa.
Layanan psikososial ini, kata Juliardy, merupakan langkah holistik tim PMI Sumut guna memastikan kebutuhan spiritual para warga terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor.
Kemudian, pendidikan dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak agar tetap terpenuhi pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut akhir November 2025.
"Dalam aksi ini, PMI Sumut juga mendistribusikan bantuan paket school kit atau perlengkapan sekolah untuk mendukung kembali semangat belajar anak-anak," ujarnya.
Melalui pendekatan bermain bersama ini, menurut dia, anak-anak diajak melepaskan beban psikologis dan trauma yang mereka alami lewat berbagai permainan edukatif yang dipandu oleh relawan terampil.
"Sejalan misi kesehatan, PMI Sumut juga menggelar sesi promosi kesehatan dan promosi kebersihan. Fokus kegiatan ini mengedukasi anak-anak akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sejak dini," kata Juliardy.
Ia juga menyebutkan, salah satu materi utama diajarkan secara interaktif adalah teknik cuci tangan pakai sabun yang benar sebagai langkah pertama pencegahan penyakit.
Para relawan pun mempraktikkan langkah-langkah mencuci tangan yang diikuti dengan antusias oleh puluhan anak-anak di Masjid Nurul Istiqomah.
"Anak-anak bermain dan belajar cuci tangan, dan kita membangun fondasi ketahanan kesehatan di tingkat keluarga," tutur Juliardy.
Selain itu, lanjut dia, guna mendukung kegiatan ibadah di lingkungan Masjid Nurul Istiqomah ini turut juga diserahkan bantuan berupa perlengkapan shalat.
"Seperti sajadah, mukena, sarung, dan Al Quran untuk aktivitas pengajian warga. Tak hanya sekadar memberikan bantuan fisik, tim PMI Sumut juga menyelenggarakan layanan psychosocial support system," tuturnya.
Ia juga mengatakan bahwa tim PMI Sumut ingin memastikan bantuan yang diberikan tersebut tidak hanya menyentuh aspek materi.
"Tetapi juga aspek mental dan kesehatan jangka panjang," ujar Juliardy.
Kepala Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Istiqomah Syamsul Philiang mengapresiasi atas bantuan yang diberikan oleh tim PMI Sumut ini.
"Atas nama pengurus BKM Masjid Nurul Istiqomah, seluruh jamaah dan masyarakat Aek Tolang, kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada PMI Sumut atas kunjungan dan kepeduliannya," kata Syamsul.
Menurutnya, bantuan Al Quran maupun perlengkapan shaolat ini sangat bermanfaat bagi aktivitas ibadah masyarakat terdampak, khususnya menjelang bulan suci Ramadhan yang tinggal menghitung hari.
Begitu juga, kata dia, bantuan perlengkapan sekolah ini menjadi penyemangat luar biasa bagi anak-anak di Kelurahan Aek Tolang untuk kembali bersekolah dengan giat.
"Kami juga sangat terharu melihat anak-anak di lingkungan masjid ini bisa tertawa lepas kembali saat diajak bermain melalui layanan psikososial. Semoga kebaikan para relawan dan PMI Sumut dibalas oleh Allah SWT," ucap Syamsul.




