Polda Sumbar serahkan jenazah korban bencana kepada pihak keluarga
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menyerahkan tiga jenazah korban bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi akhir November 2025 di Sumbar kepada pihak keluarga setelah selesai proses identifikasi sehingga total teridentifikasi berjumlah 226 orang, sementara korban yang belum teridentifikasi berjumlah 28 orang.

Sumber foto: Musthofa/elshinta.com.
Sumber foto: Musthofa/elshinta.com.
Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) menyerahkan tiga jenazah korban bencana banjir, banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi akhir November 2025 di Sumbar kepada pihak keluarga setelah selesai proses identifikasi sehingga total teridentifikasi berjumlah 226 orang, sementara korban yang belum teridentifikasi berjumlah 28 orang.
Tiga korban yang diserahkan tersebut bernama Jaruni perempuan asal Kabupaten Padang Pariaman, Dusra Maini laki-laki asal Kabupaten Agam dan Irna Silva perempuan, asal Kabupaten Agam.
Dua dari tiga yang teridentifikasi telah diamankan pihak keluarga di kampung masing-masing, yaitu Dusra Maini dan Irna Silva.
Wakil Kepala (Waka) Polda Sumbar, Brigadir Jenderal (Brigjen) Polisi Solihin secara simbolis menyerahkan jenazah korban kepada pihak keluarga di RS Bhayangkara Polda Sumbar, Kamis 22 Januari 2026.
Pihak keluarga korban langsung membawanya ke kampung halaman di Sungai Geringging, Kabupaten Padang Pariaman untuk dimakamkan.
Wakapolda Sumbar, Brigadir Jenderal Polisi Solihin meminta kepada warga, keluarga maupun famili yang kehilangan anggota keluarga pasca bencana kepada Polsek atau Polres terdekat untuk mempercepat proses identifikasi.
Polda Sumbar mencatat, total korban meninggal dunia akibat bencana hingga 20 Januari 2026,sebanyak 254 orang.
"Dari jumlah tersebut, 226 korban telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari, 112 laki-laki dan 114 perempuan. Korban belum teridentifikasi berjumlah 28 orang, dengan rincian, 13 laki-laki dan 11 perempuan," sebut Solihin seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Musthofa, Kamis (22/1).
Hingga saat ini Polda Sumbar mencatat, 81 korban masih belum ditemukan, terdiri dari, 43 laki-laki dan 38 perempuan.
Lebih lanjut Solihin mengatakan, Polda Sumbar masih fokus penanganan pascabencana terutama dalam penyediaan kebutuhan dasar warga seperti air bersih dan pemeriksaan kesehatan.
Berikutnya, percepatan pembangunan hunian sementara atau Huntara dan percepatan pembangunan jembatan darurat, untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana.




