Pusdalops catat 14.937 orang mengungsi bencana alam di Sumut
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) mencatat sebanyak 14.937 orang masih mengungsi akibat bencana alam yang melanda provinsi itu.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Sumatera Utara (Sumut) mencatat sebanyak 14.937 orang masih mengungsi akibat bencana alam yang melanda provinsi itu.
Berdasarkan laporan Pusdalops Sumut yang diterima di Medan, Senin, ribuan pengungsi tersebut tersebar di tujuh dari 19 kabupaten/kota yang terlanda bencana.
Pusdalops mendata tujuh kabupaten/kota yang masih ada pengungsi yakni Kabupaten Tapanuli Utara (1.197 orang), Kabupaten Tapanuli Tengah (4.974 orang), Kabupaten Tapanuli Selatan (4.693 orang), Kota Sibolga (354 orang), Kabupaten Humbang Hasundutan (855 orang), Kabupaten Langkatt (2.856 orang), dan Kabupaten Nias (delapan orang).
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Sri Wahyuni Pancasilawati mengatakan laporan tersebut merupakan data sementara yang diterima Pusdalops PB Sumut.
"Data merupakan update 5 Januari 2026 pukul 17.00 WIB," ujarnya.
Dia mengatakan berbagai upaya penanganan bencana telah dilakukan masing-masing wilayah dan sejumlah pemangku kebijakan terkait.
"Untuk perkembangan atas bencana itu akan terus diinformasikan termasuk data-datanya," kata Sri Wahyuni.
Pusdalops PB mendata 19 kabupaten/kota yang terlanda bencana alam yakni Kota Medan, Kota Tebingtinggi, Kota Binjai, Kota Padangsidimpuan, Kota Sibolga, Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdangberdagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, dan Kabupaten Pakpak Bharat.
Kemudian Kabupaten Nias, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Nias Utara, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Asahan Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kabupaten Batubara serta Kabupaten Mandailing Natal.




