Ribuan warga Muria Raya terdampak banjir, Pertamina dukung dapur umum posko pengungsian
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Jepara, dan Pati atau kawasan Muria Raya sejak pertengahan Januari 2026 menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan memaksa ribuan warga mengungsi ke posko pengungsian sedangkan lainnya bertahan di rumah-rumah yang sudah terendam air.

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Bencana banjir yang melanda Kabupaten Kudus, Jepara, dan Pati atau kawasan Muria Raya sejak pertengahan Januari 2026 menyebabkan aktivitas masyarakat lumpuh dan memaksa ribuan warga mengungsi ke posko pengungsian sedangkan lainnya bertahan di rumah-rumah yang sudah terendam air. Material lumpur, kayu, dan bebatuan yang terbawa arus turut menyulitkan proses evakuasi dan pemulihan di sejumlah wilayah terdampak.
Sebagai bentuk kepedulian, PT Pertamina Patra Niaga melalui program Pertamina Peduli menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak pada periode 12–16 Januari 2026. Bantuan difokuskan untuk mendukung operasional dapur umum, pemenuhan kebutuhan logistik pengungsi, serta percepatan penanganan bencana di lapangan.
Di Kabupaten Pati, Pertamina menyalurkan 100 paket beras masing-masing 5 kilogram, 4 dus makanan cepat saji, serta 5 tabung LPG ke sejumlah posko pengungsian, termasuk Posko Kecamatan Gabus yang merupakan wilayah terdampak paling parah. Selain itu, 30 tabung Bright Gas disalurkan ke Posko Induk PMI Pati dan 15 tabung LPG ke Posko Kecamatan Tayu.
Kabupaten Kudus, juga menyalurkan 100 tabung LPG melalui koordinasi dengan Disperindag dan Hiswana Migas serta secara mandiri ke dapur umum di Posko Tagana Kudus, Posko Jati Wetan, Posko PMI Kudus, Posko Temulus, Posko Karangrowo, Posko Mejobo, Posko Pasuruan, dan Posko Jati yang setiap harinya melayani kebutuhan konsumsi ribuan warga terdampak banjir.
Perwakilan posko pengungsian di Kabupaten Kudus, Abdul Haris, selaku Ketua LAZISNU Loram Kulon, menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat dibutuhkan di tengah kondisi darurat. “Sempat terjadi kekosongan logistik berupa tabung LPG sehingga kami harus meminjam dari warga. Alhamdulillah, bantuan dari Pertamina akhirnya tiba dan langsung kami gunakan untuk kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Sebelumnya Pertamina bersama Hiswana Migas telah menyalurkan 2.000 liter Dexlite untuk mendukung operasional alat berat dalam penanganan bencana di Desa Tempur, Kabupaten Jepara serta tabung LPG dan 50 paket sembako serta makanan cepat saji bagi masyarakat terdampak.
Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan, mengatakan bahwa penyaluran bantuan merupakan wujud komitmen Pertamina untuk hadir membantu masyarakat di tengah situasi darurat.
“Melalui program Pertamina Peduli, kami berupaya merespons cepat kebutuhan masyarakat terdampak banjir debris agar dapat meringankan beban pengungsi dan mendukung kelancaran penanganan bencana,” jelasnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (19/1).
“Bantuan yang kami salurkan terdiri dari BBM untuk evakuasi alat berat dan Bright Gas serta Sembako untuk Dapur Umum Posko Pengungsian. Semoga ini tepat sasaran dan mempercepat pemulihan. Bencana kali ini kami jg memastikan pasokan BBM dan LPG tidak mengalami gangguan dan aman melalui rute alternatif dan penyaluran malam hari agar terhindar macet,” pungkasnya




