SAR gabungan lakukan pencarian sejumlah korban Longsor di Jatinangor
Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan melakukan pencarian terhadap sejumlah korban tertimbun longsor di Desa Cisempur, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan melakukan pencarian terhadap sejumlah korban tertimbun longsor di Desa Cisempur, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga pada Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bandung Muhammad Adip di Sumedang, Jumat, mengatakan bahwa longsor tersebut merupakan peristiwa kecelakaan kerja konstruksi.
"Kronologis kejadian bermula saat aktivitas pembangunan konstruksi yang mengakibatkan dari total delapan pegawai, enam orang tertimbun longsor," katanya kepada ANTARA.
Dirinya juga menjelaskan bahwa proses evakuasi masih terus berlangsung, mengingat sebagian korban masih tertimbun material longsor, sementara tim SAR gabungan secara bertahap mengevakuasi korban yang telah berhasil ditemukan di lokasi kejadian.
Ia menambahkan bahwa tiga korban yang merupakan pegawai konstruksi bangunan dinyatakan meninggal dunia dalam kejadian tersebut serta tiga lainnya masih dalam proses pencarian.
"Sebanyak sejumlah masih tertimbun material longsor, sementara tiga orang lainnya telah berhasil dievakuasi. Perkembangan selanjutnya akan terus disampaikan secara berkala," ujarnya.
Basarnas menekankan bahwa proses pencarian dan evakuasi dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan seluruh personel di lapangan.
“Komando operasi SAR berada di bawah Basarnas, sehingga seluruh proses evakuasi mengedepankan faktor keselamatan. Apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, operasi akan dihentikan sementara. Namun untuk saat ini, tim masih melanjutkan upaya evakuasi hingga tuntas,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan ANTARA, kondisi cuaca di wilayah Jatinangor terpantau mendung dan sempat diguyur hujan, sehingga proses evakuasi dilakukan secara hati-hati oleh tim SAR gabungan.
Adapun unsur yang terlibat dalam penanganan di lokasi kejadian meliputi Basarnas, Polres Sumedang, Komando Rayon Militer (Koramil), Camat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta warga sekitar.




