Top
Begin typing your search above and press return to search.

Sebanyak 12 daerah di Sumsel rawan karhutla

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan memetakan sebanyak 12 kabupaten/kota yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sebanyak 12 daerah di Sumsel rawan karhutla
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan memetakan sebanyak 12 kabupaten/kota yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BPBD Sumsel M. Iqbal Alisyahbana di Palembang, Senin, mengatakan daerah-daerah tersebut menjadi prioritas penanganan karena berpotensi mengalami kejadian karhutla dengan luasan yang cukup signifikan.

“Ada 12 daerah di Sumsel yang rawan karhutla, wilayah-wilayah ini selalu menjadi perhatian,” katanya.

Ia menjelaskan 12 daerah itu yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), dan Lahat.

Kemudian Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, OKU, Ogan Ilir, serta OKU Selatan.

Sejumlah wilayah seperti OKI, Ogan Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Muara Enim, dan PALI menjadi prioritas utama karena memiliki kawasan gambut yang luas sehingga berisiko tinggi terhadap kebakaran.

Kebakaran di lahan gambut cenderung sulit dipadamkan karena api dapat menyebar di bawah permukaan tanah.

Dalam menghadapi potensi karhutla menjelang musim kemarau, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, diantaranya dengan menggelar apel siaga karhutla yang dijadwalkan pada 22 April 2026 di Griya Agung Palembang, yang akan dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.

Selain itu, pemerintah juga akan menetapkan status siaga darurat, membentuk posko, serta mengajukan dukungan operasi modifikasi cuaca dan bantuan helikopter pemadam.

BPBD Sumsel juga memperkuat upaya pencegahan melalui peningkatan deteksi dini dan respons cepat, patroli terpadu, serta pemantauan titik panas (hotspot) secara berkala.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu karhutla yang meluas.

“Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan jika menemukan titik api agar bisa ditangani lebih cepat,” kata Iqbal.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire