Tangani longsor di jalur wisata religi Makam Sunan Muria, Wagub Jateng: Satu bulan selesai
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau talud longsor di jalur wisata Makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/1) petang.

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meninjau talud longsor di jalur wisata Makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (13/1) petang. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan dampak longsor yang mengganggu akses menuju kawasan wisata religi Sunan Muria sekaligus menopang pemulihan perekonomian masyarakat setempat. Kedatangan rombongan yakni melakukan asesmen lapangan serta membahas langkah penanganan sementara agar jalur yang terdampak longsor dapat segera diperbaiki dan kembali dapat dilalui, khususnya oleh bus peziarah.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Gubernur beserta jajaran yang turun langsung ke lokasi bencana.
“Terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Gubernur beserta jajarannya. Kami melakukan asesmen dan penanganan sementara agar jalur yang longsor bisa segera diperbaiki sehingga bus dapat kembali naik dan perekonomian di kawasan wisata religi Sunan Muria bisa pulih dan berjalan lancar,” ujarnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Rabu (14/1).
Wakil Gubernur menegaskan bahwa penanganan longsor di Colo tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga pada keberlangsungan ekonomi masyarakat, UMKM, serta sektor wisata religi yang menjadi sumber penghidupan warga sekitar.
“Kami ingin memastikan perekonomian, UMKM, dan masyarakat di sekitar Sunan Muria tetap bisa berjalan. Menjelang bulan Ramadan, biasanya jumlah peziarah meningkat dan banyak yang menggunakan bus. Dengan perbaikan sementara ini, kami berharap dalam waktu sekitar satu bulan jalur sudah bisa digunakan kembali, sehingga sebelum puasa akses sudah normal,” jelasnya.
Untuk penanganan longsor di Kawasan Wisata Colo, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa mitigasi telah dilakukan melalui pembangunan sementara dengan anggaran sekitar Rp500 juta, mengingat banyak masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata di kawasan tersebut. Sementara itu, anggaran sebesar Rp10 miliar telah disiapkan untuk perbaikan permanen.
Terkait Pemerintah Kabupaten Kudus yang telah menetapkan status tanggap darurat bencana pada 12–19 Januari 2026, sebagai dasar percepatan penanganan dan perlindungan kepada masyarakat terdampak. Wagub memberikan apresiasi atas kinerja yang dilakukan pemkab Kudus
“Kami berharap cuaca segera membaik dan bencana ini bisa segera berlalu. Semoga Kudus, Pati, dan Jepara dapat segera pulih, sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,”katanya.
Usai meninjau lokasi longsor, rombongan juga mengunjungi posko pengungsian korban banjir yang berada di MI Hidayatus Shibyan, Desa Temulus, Kecamatan Mejobo. Hal ini guna memastikan kondisi para pengungsi, layanan kesehatan, serta proses evakuasi warga terdampak berjalan dengan baik.
“Di tempat ini ada sekitar 110 warga yang mengungsi, dan masih ada sebagian yang bertahan di rumah masing-masing. Kami juga menemukan warga yang mengalami stroke dan masih berada di rumah, sehingga kami minta segera dievakuasi oleh puskesmas untuk mendapatkan perawatan,” ungkapnya.
Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kudus, banjir berdampak pada 12.650 warga, dengan 3 korban meninggal dunia, terdiri dari 1 korban akibat longsor dan 2 korban hanyut. Pemerintah Kabupaten Kudus bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus mengupayakan agar banjir segera surut melalui penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang, termasuk opsi rekayasa cuaca menyusul hujan ekstrem yang terjadi selama empat hari berturut-turut di wilayah Kudus, Jepara, dan Pati.




