KAI Cirebon pastikan tak ada penumpang cedera usai insiden KA Menoreh
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon memastikan tidak ada penumpang yang mengalami cedera dalam insiden KA Menoreh relasi Semarang Tawang-Pasar Senen yang tertemper truk di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Rabu dini hari.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon memastikan tidak ada penumpang yang mengalami cedera dalam insiden KA Menoreh relasi Semarang Tawang-Pasar Senen yang tertemper truk di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Rabu dini hari.
“Penumpang dalam kondisi aman dan tidak ada yang mengalami cedera,” kata Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin di Cirebon, Rabu.
Ia mengatakan lokasi kejadian berada di petak jalan antara Stasiun Babakan dan Stasiun Waruduwur yang masuk wilayah di Desa Dompyong Kulon, Kabupaten Cirebon.
Ia mengatakan akibat kejadian tersebut jalur hilir sempat tidak dapat dilalui sementara waktu. Namun, jalur hulu masih bisa digunakan untuk perjalanan KA dengan kecepatan normal sehingga operasional tetap berjalan terbatas.
Dalam peristiwa ini, kata dia, terdapat satu petugas KAI yang mengalami luka, yakni Asisten Masinis yang sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Waled, Kabupaten Cirebon.
“Insiden tersebut terjadi pada pukul 02.47 WIB di KM 201+400 JPL 329 tidak terjaga, petak jalan antara Stasiun Babakan dan Stasiun Waruduwur,” katanya.
Ia menyebutkan akibat insiden tersebut rangkaian KA Menoreh sempat tertahan di lokasi kejadian, akan tetapi setelah dilakukan penggantian lokomotif, KA tersebut kembali melanjutkan perjalanan menuju Jakarta pada pukul 05.28 WIB.
Menurut dia, petugas KAI telah melakukan evakuasi terhadap lokomotif yang terdampak untuk mempercepat pemulihan jalur hilir agar dapat segera dilalui kembali.
Selain itu, KAI juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan penanganan berjalan aman dan lancar.
"Usai evakuasi, kondisi jalan rel di jalur hilir yang mengalami kerusakan dilakukan perbaikan terlebih dahulu. Setelahnya dapat dilewati KA dengan kecepatan terbatas 40 km per jam," katanya
Terkait kejadian ini, pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan perjalanan KA yang terdampak.
Sementara itu, Kepala Satlantas Polresta Cirebon Kompol Mangku Anom Sutresno memastikan saat ini pihaknya masih mengutamakan keselamatan dan perawatan korban, termasuk sopir truk yang masih menjalani perawatan medis.
“Apabila kondisinya sudah membaik, tentu akan kami lakukan Berita Acara Pemeriksaan terhadap sopir yang diduga menjadi penyebab kecelakaan,” katanya.
Ia menuturkan kecelakaan tersebut bermula, saat truk tersebut mengalami mogok tepat di atas rel di kawasan Desa Dompyong Kulon.
Anom mengatakan kendaraan tersebut mengalami gangguan mesin dan Masinis KA Menoreh telah memberikan peringatan, namun truk tidak dapat segera meninggalkan rel sehingga kecelakaan itu terjadi.
“Menyadari tabrakan tidak terhindarkan, sopir truk berupaya menyelamatkan diri dengan keluar dari kendaraan sesaat sebelum benturan. Akibat kejadian itu, sopir truk, masinis, dan asisten masinis mengalami luka ringan,” katanya.




