Polresta Malang ungkap barang bukti narkotika meningkat di periode Januari-Februari 2026
Kota Malang Jawa Timur masih menjadi sasaran empuk peredaran narkotika. Karena itulah Polresta Malang kota terus berupaya untuk meminimalkan peredaran narkotika termasuk pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika yang menyasar semua kalangan masyarakat.

Sumber foto: AH Sugiharto/elshinta.com.
Sumber foto: AH Sugiharto/elshinta.com.
Kota Malang Jawa Timur masih menjadi sasaran empuk peredaran narkotika. Karena itulah Polresta Malang kota terus berupaya untuk meminimalkan peredaran narkotika termasuk pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika yang menyasar semua kalangan masyarakat.
“Kalau kita lihat Bulan Januari dan Februari secara kuantitas mengalami penurunan mungkin karena bulan Ramadhan dan kondisi masyarakat yang berbeda di bulan Januari dan Februari 2026. Namun dari aspek barang bukti meningkat,” kata Kapolresta Malang Kota Kombespol Putu Kholis Aryana seperti dilaporkan Kontributor Elshinta AH Sugiharto, Sabtu (28/2).
Dijelaskan Putu, di bulan Januari ada 15 kg narkotika jenis ganja dan di bulan Februari ada 1,3 kg lebih narkotika jenis sabu dan tentu saja nilai dan angka di pasar gelap sangat besar utamanya narkotika jenis sabu termasuk ekstasi di Januari 4 butir dan Febuari 200 butir.
“Total ada 20 tersangka di bulan Februari," ujarnya.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Malang kota, Kompol Daky Dzul Qornain menyatakan dari jumlah total narkotika terbanyak yang berhasil diungkap narkotika terdiri dari sabu dengan total mencapai 1,338,25 kg; ganja 550,24 gram; ekstasi 265 butir dan Pil LL 35 butir.
“Dari barang bukti tersebut dapat diselamatkan untuk narkotika jenis ganja sebanyak 174 jiwa; sabu 6.691 jiwa; ekstasi 530 jiwa dan Pil LL 35 jiwa,” ujar Kasat Narkoba Polresta Malang kota.
Terkait tersangka dalam pengungkapan bulan Febuari ada 20 orang tersangka.
“Laki-laki sebanyak 19 orang, perempuan 1 orang. Dan dari jumlah kasus Narkotika 17 kasus; obat keras 2 kasus, total 19 kasus dan dari 19 kasus ini Restorative Justice ada 7 kasus dengan 7 orang,” ujarnya.




