Penyebab keracunan massal siswa SMA 2 Kudus masih didalami, Dinkes gandeng Polres Kudus
Dinas Kesehatan kabupaten Kudus Jawa Tengah berkoordinasi dengan polres kudus untuk proses investigasi penyebab keracunan massal di SMA 2 Kudus. Dimana hasil laboratorium Dinkes Provinsi Jawa Tengah menyatakan penyebab keracunan yakni adanya bakteri E-coli dalam kuah soto dan sambal.

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Dinas Kesehatan kabupaten Kudus Jawa Tengah berkoordinasi dengan polres kudus untuk proses investigasi penyebab keracunan massal di SMA 2 Kudus. Dimana hasil laboratorium Dinkes Provinsi Jawa Tengah menyatakan penyebab keracunan yakni adanya bakteri E-coli dalam kuah soto dan sambal.
Koordinasi dengan pihak polres dimaksudkan untuk mengetahui secara pasti penyebab keracunan sebab kalau adanya bakteri E-coli dalam air untuk memasak harusnya 12 sekolah lain yang mendapatkan MBG dari SPPG Purwosari ini mengalami kejadian yang sama.
"Kenapa hanya satu sekolah saja, padahal ada 12 sekolah lainnya jadi kami akan lakukan uji laboratorium ulang dengan mengambil sampel air yang digunakan SPPG tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus dr. Abdul Hakam seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Kamis (12/2).
Dijelaskan, keterlibatan Polres Kudus untuk melakukan investigasi terkait penyebab keracunan akan membantu pihaknya dalam mencari penyebab keracunan. "Kita akan ambil sampel air untuk proses uji laboratorium lagi agar ada kejelasan, karena bakteri E-coli di air dan makanan ada, namun jika masih batas aman tidak apa-apa," ujarnya.
Hakam menambahkan, mengenai penutupan SPPG, pihaknya tidak mempunyai kewenangan yang mempunyai Badan Gizi Nasional (BGN).
Sementara itu, keracunan massal dialami oleh ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus, bahkan 131 siswa harus dilarikan ke sejumlah Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut karena mengalami gejala keracunan mual, pusing, muntah, serta diare. Pihak Sekolah menyatakan dari 1178 siswa ada 500 lebih yang mengalami gejala tersebut namun sebagaian tidak perlu dirawat.




