Polsek terus buka posko orang hilang terkait insiden tambang Pongkor
Kepolisian Sektor (Polsek) Nanggung terus membuka posko orang hilang untuk menampung laporan warga yang kehilangan anggota keluarga terkait insiden tambang di kawasan Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Kepolisian Sektor (Polsek) Nanggung terus membuka posko orang hilang untuk menampung laporan warga yang kehilangan anggota keluarga terkait insiden tambang di kawasan Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna mengatakan posko yang dibuka sejak kepulan asap di lubang tambang kawasan Pongkor pada Selasa (13/1) tersebut agar masyarakat dari wilayah sekitar dapat menyampaikan informasi apabila merasa kehilangan sanak keluarga akibat peristiwa tersebut.
“Kami membentuk posko siaga di Polsek Nanggung supaya warga masyarakat dari tiga kecamatan bisa melaporkan sanak saudara atau keluarganya yang merasa kehilangan,” kata AKP Ucup saat memberikan keterangan di Polsek Nanggung, Senin.
Ia menjelaskan posko tersebut melayani warga dari Kecamatan Nanggung, Leuwiliang, dan Cigudeg, serta dibuka sejak awal penanganan insiden untuk memudahkan pendataan.
AKP Ucup menyampaikan hingga saat ini pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya akibat insiden tersebut.
“Sampai saat ini belum ada yang melapor kepada kami yang keluarganya merasa kehilangan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan kepolisian juga aktif melakukan jemput bola dengan mendatangi keluarga dan berkoordinasi dengan kepala desa serta tokoh masyarakat untuk memastikan informasi di lapangan.
“Kami mendatangi ke desa-desa dan berkoordinasi dengan kepala desa serta tokoh masyarakat untuk memastikan informasi yang ada,” katanya.
Menurut dia, pembukaan posko dilakukan karena masih adanya keterbatasan tim untuk menembus seluruh area lokasi kejadian karena kondisi di dalam lubang tambang belum sepenuhnya aman.
“Untuk menembus ke sana masih belum bisa karena mengingat gas CO-nya masih di ambang batas,” ujarnya.
Pihak kepolisian setempat terus mengimbau masyarakat agar terbuka dan tidak ragu melaporkan kepada aparat apabila mengetahui atau mengalami kehilangan anggota keluarga.
“Kami membuka ruang terbuka setiap hari dan setiap saat supaya warga yang merasa kehilangan keluarganya bisa melapor kepada kami,” katanya.
Ia menegaskan posko orang hilang itu akan tetap dioperasikan hingga penanganan insiden dinyatakan selesai oleh pimpinan dan pihak terkait.
Sebelumnya, tim gabungan mengevakuasi tiga penambang di kawasan Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sepekan setelah insiden kepulan asap, dengan seluruh korban yang ditemukan berada dalam kondisi meninggal dunia.
Polsek Nanggung mencatat, selain tiga penambang asal Desa Urug Kecamatan Sukajaya yang berhasil dievakuasi oleh tim gabungan, terdapat penambang lain yang meninggal dunia akibat korban kepulan asap, namun telah berhasil dievakuasi secara mandiri, yakni dua warga Desa Malasari Kecamatan Nanggung.




