Isu harga BBM naik per April picu antrean konsumen SPBU di Sukoharjo
Warga Sukoharjo, Jawa Tengah mulai terpengaruh dengan kabar viral soal isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal tersebut terpantau dengan adanya antrean pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) sejak Senin (30/3/2026) kemaren.

Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.
Sumber foto: Deni Suryanti/elshinta.com.
Warga Sukoharjo, Jawa Tengah mulai terpengaruh dengan kabar viral soal isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Hal tersebut terpantau dengan adanya antrean pengisian BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) sejak Senin (30/3/2026) kemaren.
Kabar tersebut muncul seiring beredarnya brosur digital atau flayer berisi perkiraan harga jual eceran BBM non-subsidi (JBU) yang disebut akan berlaku mulai Bulan April 2026. Dalam brosur disebutkan, harga BBM jenis Pertamax diperkirakan naik menjadi Rp17.850 per liter, Pertamax Green Rp19.150 per liter, Pertamax Turbo Rp19.450 per liter, Dex Rp23.950 per liter, serta Dexlite Rp23.650 per liter.
Isu ini juga dikaitkan dengan kondisi geopolitik global, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah yang disebut-sebut memengaruhi harga minyak dunia.
Menanggapi hal tersebut, Manager SPBU Jombor Sukoharjo, Yuli mengatakan, pihaknya belum menerima informasi resmi terkait rencana kenaikan harga BBM, khususnya jenis Pertamax sampai hari terakhir Bulan Maret, Selasa (31/3/2026).
Sebab. biasanya informasi kenaikan harga BBM disampaikan secara mendadak oleh pihak pusat. Tetapi memang terjadi peningkatan jumlah konsumen BBM akhir-akhir ini, utamanya menyambung tingkat konsumsi BBM sepanjang arus mudik dan balik Iduffitri.
"Kalau saat ini permintaan tinggi dari Lebaran," kata Yuli seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Deni Suryanti, Selasa (31/3).
Sementara, salah satu warga Sukoharjo, Kristanto mengaku, belum mengetahui adanya isu kenaikan harga BBM tersebut. Namun dia berharap jika memang terjadi kenaikan, angkanya tidak terlalu tinggi.
"Saya pakai Pertamax, kalau naiknya terlalu tinggi ya cukup berat," ungkapnya.
Dari Pertamina sendiri turut memberikan klarifikasi melalui flayer atau brosur yang beredar di media sosial. Dalam pernyataan resminya, Pertamina mengimbau masyarakat untuk menyikapi informasi secara bijak dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi. Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan.




