Seorang pria ditemukan meninggal di Sungai Muneng Kudus
Warga Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di aliran Sungai Muneng, Kamis malam (26/2).

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Warga Desa Prambatan Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di aliran Sungai Muneng, Kamis malam (26/2). Penemuan tersebut pertama kali diketahui warga dan segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Kapolres Kudus, AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kapolsek Kaliwungu AKP Deni Dwi Noviandi menjelaskan, setelah menerima laporan dari masyarakat, pihaknya langsung menuju lokasi bersama Unit Pamapta Polres Kudus, Tim Inafis Satreskrim Polres Kudus, BPBD Kabupaten Kudus serta tenaga medis dari Puskesmas Kaliwungu.
“Kami bergerak cepat setelah menerima informasi dari warga. Personel langsung melakukan pengamanan TKP dan berkoordinasi dengan tim medis serta Inafis untuk memastikan proses evakuasi dan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur,” ujarnya.
Petugas bersama tim BPBD dan reelawan melakukan penyisiran selama kurang lebih satu jam untuk memastikan posisi korban.
Setelah ditemukan, jenazah dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis yang dipimpin dr. Indra Wahyuni.
“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar satu hari sebelum ditemukan," ungkapnya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Jumat (27/2).
Menurut Deni, untuk mengetahui penyebab pasti kematian diperlukan autopsi. Namun pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan resmi.
“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan autopsi. Kami menghormati keputusan tersebut,” ujarnya.
Dari informasi yang dihimpun,Korban diketahui bernama Mashari (55), warga Dukuh Krajan, Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus. Korban diketahui tidak memiliki istri dan anak. Pihak desa juga menyebut korban pernah menjalani perawatan di poli kejiwaan RSUD Loekmono Hadi Kudus beberapa bulan lalu.
AKP Deni mengimbau masyarakat agar meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, terutama apabila mengetahui ada warga yang membutuhkan perhatian khusus.




