Top
Begin typing your search above and press return to search.

Cegah karhutla, Polda Kepri padamkan kebakaran semak belukar

Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mengerahkan kendaraan taktis (rantis) karhutla dan kendaraan penyemprot air untuk memadamkan kebakaran semak belukar di sepanjang Jalan TPU Sambau, Batam, guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu.

Cegah karhutla, Polda Kepri padamkan kebakaran semak belukar
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mengerahkan kendaraan taktis (rantis) karhutla dan kendaraan penyemprot air untuk memadamkan kebakaran semak belukar di sepanjang Jalan TPU Sambau, Batam, guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu.

Direktur Samapta Polda Kepri Kombes Pol Joko Adi Nugroho mengatakan pihaknya menerima laporan masyarakat terkait dengan kebakaran semak belukar di sepanjang Jalan TPU Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

"Kami mengerahkan Tim Pengamanan dan Penyelamatan (Pamat) Ditsamapta untuk turun langsung ke lokasi mengecek situasi," katanya.

Sebanyak 10 personel Ditsamapta Polda Kepri turun ke lokasi membawa kendaraan taktis karhutla dan water canon (AWC) untuk memadamkan api.

Laporan diterima pukul 14.20 WIB, sedangkan dalam waktu lima menit (14.25 WIB) Tim Pamat Ditsamapta Polda Kepri telah tiba dilokasi dengan peralatan lengkap untuk menangani kejadian itu.

Pemadaman awal dilaksanakan menggunakan kendaraan taktis karhutla, kemudian pukul 14.30 WIB kendaraan AWC tiba dilokasi melanjutkan pemadaman.

Sekitar pukul 14.50 WIB kendaraan Damkar BP Batam tiba di lokasi dan langsung bergabung membantu pemadaman.

Kebakaran semak belukar ini menimbulkan kekhawatiran warga karena dapat meluas dan mengganggu arus lalu lintas kendaraan.

Luas area yang terbakar sepanjang 120 meter diduga karena faktor cuaca panas dan banyak tanaman kering.

"Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIB, situasi arus lalu lintas sudah kembali normal," katanya.

Kendaraan taktis karhutla miliki Ditsamapta Polda Kepri telah dikerahkan dalam setiap lokasi kebakaran, baik kebakaran bangunan maupun lahan.

Rantis Polri ini memiliki kapasitas 3.000 liter air dilengkapi genset dan peralatan pelengkap lainnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan di musim kemarau saat ini, karena dikhawatirkan dapat meluas dan berdampak ke masyarakat.

Saat ini, Kepri memasuki musim kemarau, namun masih berpotensi hujan ringan dan bersifat lokal.

"Bagi warga yang melakukan pembukaan lahan, diharapkan jangan melakukan pembakaran, hal ini juga dapat memicu meluasnya kebakaran karena saat ini tiupan angin juga cukup kencang," kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam Ramlan.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire