Ingin ambil ikan, bocah Gondoharum Kudus Tenggelam di Embung Plumbungan
Seorang anak bernama Niswatul Nuril Kasanah (10), warga Dukuh Asem Doyo RT 08 RW 03 Desa Gondoharum Kecamatan Jekulo kabupaten Kudus yang sedang bermain bersama dengan tiga temannya di kawasan embung Plumbungan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Sumber foto: Sutini/elshinta.com.
Seorang anak bernama Niswatul Nuril Kasanah (10), warga Dukuh Asem Doyo RT 08 RW 03 Desa Gondoharum Kecamatan Jekulo kabupaten Kudus yang sedang bermain bersama dengan tiga temannya di kawasan embung Plumbungan ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Korban yang berniat mengambil ikan-ikan kecil terpeleset kedalam embung.
Kepala pelaksana BPBD kabupaten Kudus melalui kasi kedaruratan Ahmad Munaji mengatakan kejadian berawal pada Minggu, 25 Januari 2026 sekitar pukul 06.00 WIB, 4 anak tersebut keluar dari rumah pada, pukul 05.00 WIB berjalan-jalan. saat itu 4 anak sedang berjalan menuju embung Plumbungan yang berada di desa tersebut.
"Saat jalan-jalan itulah korban melihat disekitaran kawasan embung terdapat ikan kecil-kecil, selanjutnya korban berniat ambil ikan kecil itu dengan menggunakan wadah cup minum dengan berjalan pelam-pelan dipinggir dekat embung tersebut. Namun, pukul 07.00 WIB korban terpleset, kemudian dia temannya bernama Nihaya (10) dan Safa (10) meminta bantuan ke petani yang ada di dekat situ", katanya seperti dilaporkan Kontributor Elshinta, Sutini, Senin (26/1).
Dijelaskan, ketika dia temannya meminta bantuan korban masih keliatan kepalanya sedikit. Selanjutnya saksi Muhammad Ari yang sedang bekerja kletek (melepas kulit tebu) langsung berlari ke lokasi. Namun, saksi tidak berani untuk evakuasi korban sehingga meminta bantuan lagi ke saksi Saiful Anwar tetapi juga tidak berani dikarenakan kedalaman embung tersebut sekitar 5 meter.
Selanjutnya kedua saksi pergi ke rumah korban untuk memberitahu ke pihak keluarga, sedangkan ke 3 temannya menunggu diembung Plumbungan. "Usai mendapatkan laporan pada sekitar pukul 09.00 WIB, tim SAR gabungan dari BASARNAS, BPBD, serta relawan Kudus langsung menuju lokasi yang akhirnya pukul 09.53 WIB korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia," imbuhnya.
Korban kemudian diotopsi di Puskemas Jekulo, dimana hasil otopsi dari pihak puskesmas Jekulo serta Team Inafis Polres Kudus menyatakan tidak ada tanda-tanda kekerasan.
Kapolsek Jekulo AKP Danail Arifin membenarkan adanya kejadian seorang anak yang meninggal dunia karena tenggelam di embung Plumbungan Desa Gondoharum. "Korban diperkiraan meninggal dunia sekitar 2 jam dari kejadian dan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Selanjutnya korban dibawa kerumah duka untuk dimakamkan", ujar kapolsek.




