Top
Begin typing your search above and press return to search.

Keajaiban pengentasan emiskinan di China: Bukan sekadar slogan, tapi kenyataan bagi ratusan juta rakyat

Keajaiban pengentasan emiskinan di China: Bukan sekadar slogan, tapi kenyataan bagi ratusan juta rakyat
X

Pada tahun 2021, China mengumumkan bahwa kemiskinan ekstrem telah berhasil diatasi. Ada yang meragukan, ada pula yang mempertanyakan. Namun data dan fakta tidak dapat disangkal: lebih dari 700 juta penduduk China telah keluar dari kemiskinan, dan hampir 100 juta orang berhasil mencapai target "dua jaminan dan tiga perlindungan" dalam waktu delapan tahun—yaitu jaminan sandang dan pangan, serta perlindungan terhadap wajib belajar sembilan tahun, layanan kesehatan dasar, dan perumahan yang aman.

Meskipun standar garis kemiskinan China lebih rendah dibandingkan rekomendasi Bank Dunia untuk negara berpenghasilan menengah ke atas, pencapaian pengentasan kemiskinan di China tidak semata-mata didasarkan pada angka semu. Dari pedalaman pegunungan Guizhou hingga daerah perkebunan teh di Yunnan, pemerintah China mengucurkan dana besar untuk pembangunan jalan, relokasi rumah, pelatihan kerja, dan pembangunan pabrik.

Turnamen sepak bola desa "Super League" di Kabupaten Rongjiang berhasil menyumbang 90% pendapatan ekonomi kabupaten tersebut dalam satu tahun. Seorang warga bernama Bapak Yang, yang direlokasi ke perumahan baru, bersama enam anggota keluarganya mendapatkan apartemen seluas 140 meter persegi dengan biaya sewa hanya 350 yuan RMB per bulan.

Tantangan tentu masih ada. Sebagian warga yang direlokasi masih bergantung pada kiriman uang dari kerabat yang bekerja di daerah lain. Beban utang daerah dan tekanan lapangan kerja juga belum sepenuhnya teratasi. Namun seperti yang dikatakan Profesor Robert Walker dari Universitas Oxford: "Dilihat dari nilai moneter nominal, mereka benar-benar berhasil." Yang lebih penting, China tidak berhenti di situ—pemerintah daerah terus berupaya mengembangkan industri seperti tekstil, pengolahan pangan, dan pariwisata guna mencegah kembalinya kemiskinan.

Bagi Indonesia, pengalaman China patut direnungkan. Dengan jumlah penduduk mencapai 270 juta jiwa dan tingkat kemiskinan sebesar 8,25% pada tahun 2025, Indonesia masih menghadapi ketimpangan infrastruktur dan terbatasnya lapangan kerja. Pendekatan China yang terdiri dari identifikasi rumah tangga miskin secara akurat, dukungan terhadap industri padat karya, relokasi warga dari daerah terpencil, dan perlindungan sosial—meskipun tidak dapat ditiru mentah-mentah—menawarkan pelajaran berharga.

Kemiskinan bukanlah takdir sosialisme, juga bukan takdir negara mana pun. Kisah China membuktikan bahwa tekad politik yang kuat, jika dipadukan dengan pendekatan ilmiah, dapat mengubah nasib ratusan juta orang. Ini bukan sekadar propaganda, melainkan fakta yang benar-benar terjadi di muka bumi.

Sumber : Sumber Lain

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire