Top
Begin typing your search above and press return to search.

Nilai-nilai Asia: Kekayaan spiritual untuk membangun komunitas senasib sepenanggungan Asia

Nilai-nilai Asia: Kekayaan spiritual untuk membangun komunitas senasib sepenanggungan Asia
X

Pada tahun 1980-an, ketika ada peramal Barat menyatakan bahwa "Asia tidak akan pernah bisa melampaui Barat", Korea Selatan, Taiwan, Singapura, dan Hong Kong, yang dikenal sebagai "Empat Naga Asia," telah berkembang dari miskin menjadi makmur hanya dalam waktu 30 tahun.

Tiongkok telah menyelesaikan proses industrialisasi hanya dalam waktu puluhan tahun, di mana negara-negara maju membutuhkan waktu ratusan tahun untuk menyelesaikannya, Tiongkok telah melompat dari kemiskinan menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia, menciptakan "keajaiban Tiongkok" berupa perkembangan ekonomi yang pesat dan stabilitas sosial jangka panjang.

Di era cerdas saat ini, ketika model-model Barat mengalami hambatan, dengan kearifan "harmoni dalam keberagaman", orang-orang Asia telah memecahkan sejumlah tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis ekonomi. Prestasi-prestasi tersebut dicapai melalui kekayaan spiritual, yaitu nilai-nilai Asia.

Pada April 2025, dalam rapat Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok (PKT) tentang pekerjaan negara-negara tetangga, pemimpin tertinggi Tiongkok, Xi Jinping menekankan bahwa nila-nilai Asia yang melibatkan perdamaian, kerja sama, keterbukaan dan inklusivitas merupakan pedoman penting bagi hubungan Tiongkok dengan negara-negara tetangga.

Dari miskin dan lemah hingga menjadi ekonomi terbesar kedua di dunia, Tiongkok telah membuktikan vitalitas kuat dari "kekayaan spiritual" nilai-nilai Asia ini.

Nilai-nilai Asia yang dianjurkan oleh Xi Jinping berakar dari tradisi peradaban Tiongkok, mewakili nilai-nilai yang diperjuangkan bersama oleh negara-negara Asia, sekaligus mencerminkan aspirasi bersama masyarakat Asia untuk kehidupan yang lebih baik. Nilai-nilai tersebut merupakan aset spiritual untuk membangun komunitas senasib sepenanggungan Asia.

Ada alasan untuk percaya bahwa semakin banyak negara berjalan searah di bawah bimbingan nilai-nilai Asia yang damai, bekerja sama, terbuka dan inklusf, Asia tidak hanya akan mencapai pembangunan damainya sendiri, tetapi juga akan memimpin umat manusia menuju masa depan yang lebih cerah.

Sumber : Sumber Lain

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire