Utusan Khusus Pemerintah Tiongkok untuk Masalah Timur Tengah Temui Menlu Bahrain
Hari Kamis kemarin (12/3), Utusan Khusus Pemerintah Tiongkok untuk Masalah Timur Tengah, Zhai Jun menemui Menteri Luar Negeri Bahrain, Abdullatif bin Rashid Al Zayani di Manama.
Zayani menyatakan, Bahrain selalu mencintai perdamaian, berupaya mewujudkan perdamaian, stabilitas, pembangunan, dan kemakmuran kawasan melalui dialog dan rekonsiliasi, Bahrain tidak seharusnya menjadi sasaran serangan yang tidak beralasan. Iran harus merespons imbauan masyarakat internasional, segera menghentikan serangannya terhadap negara-negara Arab Teluk, serta memastikan keamanan dan kelancaran jalur pelayaran internasional.
Bahrain sangat mengapresiasi sikap adil Tiongkok, menyambut baik upaya mediasi utusan khusus Tiongkok di kawasannya, dan bersedia bekerja sama dengan Tiongkok untuk mendorong gencatan senjata sedini mungkin guna memulihkan stabilitas dan ketentraman kawasan.
Zhai Jun menyatakan bahwa Tiongkok selalu menganjurkan penyelesaian masalah kawasan melalui dialog dan konsultasi, serta menentang penggunaan kekerasan secara sembarangan.
Tiongkok berpendapat, dalam konflik militer, batas perlindungan terhadap warga sipil tidak boleh dilanggar, target non-militer seperti energi, ekonomi, dan kehidupan masyarakat tidak boleh diserang, keamanan jalur pelayaran tidak boleh terganggu, dan tindakan yang menggunakan kekerasan tanpa pandang bulu tidak dapat diterima.
Meningkatnya ketegangan di kawasan saat ini tidak menguntungkan pihak mana pun. Prioritas utama saat ini adalah segera menghentikan operasi militer dan mencegah meluasnya api peperangan.
Tiongkok sangat memperhatikan kekhawatiran keamanan Bahrain dan negara-negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) lainnya, mengapresiasi sikap bertanggung jawab Bahrain yang tetap tenang dan terkendali sejak konflik terjadi, serta bersedia terus menjaga komunikasi dan koordinasi erat dengan Bahrain untuk memainkan peran konstruktifnya dalam mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan.




