Memo dari Kedoya
Renungan Idul Fitri
Idul Fitri, momentum kita untuk berubah, dari bibir turun ke hati
Jumat, 15 Juni 2018 - 06:00 WIB | Penulis : Administrator
Selamat Idul Fitri

 

Elshinta.com - Setelah sebulan penuh kita berpuasa, maka saatnya tiba hari yang istimewa, hari dimana kita mengingat kembali makna puasa, yaitu bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga bagaimana hati dan pikiran kita ikut berpuasa dari segala sesuatu yang buruk dan tak bermanfaat. 

Keistimewaan di ujung bulan puasa harus kita raih sempurna, yaitu saling memaafkan dengan hati yang tulus dan ikhlas. Kita hapus segala kesalahan teman, rekan, sahabat, tetangga, saudara, sanak famili dan handai taulan, sambil kita juga memohon maaf atas segala kesalahan, kekhilafan, baik yang sengaja maupun tidak.

Hidup ini terlalu singkat untuk mendendam, membenci, ataupun bermusuhan. Tidak akan kita raih kedamaian hati dan ketenteraman jiwa dalam buruknya prasangka, lunturnya kepercayaan, ataupun dengkinya perasaan.

Dalam merayakan Idul Fitri yang istimewa, kita tidak cukup hanya dengan mengucapkan ‘minal aidin wal faidzin’ yang meluncur dengan mudahnya dari mulut. Sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang punya harkat dan martabat, maka perubahan ke arah yang lebih baik adalah sebuah keniscayaan bagi kita. Kita harus mampu mengubah gerakan bibir menjadi gerakan hati. Gerakan ketulusan yang sesungguhnya, yang tanpa pamrih. Sehingga, apa yang kita ucapakan itu memang betul-betul bukan hanya sekadar kata-kata, melainkan sebuah kesadaran, kerendah-hatian, dan harapan akan lahirnya kembali jiwa kita yang fitri, yang terampuni, dimaafkan, dan kembali fitrah dalam penuh ketenteraman.

Semoga Idul Fitri kali ini betul-betul menyadarkan kita akan pentingnya arti ketulusan, bukan hanya dalam bermaaf-maafan, tetapi juga ketulusan yang terimplementasikan dalam tindakan dan perbuatan. Tindakan yang bijak dalam mengisi sisa usia yang semakin menipis, dan perbuatan baik yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita, lingkungan kita, wilayah kita, bangsa dan negara kita.

Mari kita awali kembali kehidupan kita yang baru. Kita tinggalkan kekelaman dan pengalaman yang suram. Kita sambut masa depan dengan penuh keinginan adanya perubahan. Berdoa dan berusaha, kunci kita menuju kebaikan dan perbaikan.

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati dan ketulusan yang mendalam, di hari yang istimewa ini, seluruh staf, redaksi dan manajemen Elshinta.com mengucapkan, “Selamat Idul Fitri, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin.”

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Selasa, 01 Januari 2019 - 00:01 WIB
Elshinta.com - Kita lupakan sejenak kegagalan di tahun 2018, karena hari ini bukan saat ya...
Sabtu, 20 Oktober 2018 - 11:54 WIB
  Kedoya, Jakarta Barat --- Rapat mingguan di kantor CFI, Kedoya semakin dinamis. Anak-anak ...
Jumat, 21 September 2018 - 13:22 WIB
  Elshinta.com - Asian Para Games, yang pertama kali digulirkan di Guangzhou, Cina...
Selasa, 17 Juli 2018 - 12:25 WIB
Elshinta.com - Piala Dunia 2018 baru saja usai dengan kemenangan Perancis yang berhasil me...
Jumat, 15 Juni 2018 - 06:00 WIB
  Elshinta.com - Setelah sebulan penuh kita berpuasa, maka saatnya tiba hari yang ...
Kamis, 17 Mei 2018 - 15:43 WIB
  Elshinta.com  Marhaban ya Ramadan, selamat datang bulan suci Ramadan yang selalu d...
Sabtu, 05 Mei 2018 - 11:31 WIB
  Elshinta.com Para pembaca Elshinta Dotcom yang baik hati, terima kasih telah berseluncu...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV
InfodariAnda (IdA)