Senin, 19 November 2018 | 21:38 WIB

Daftar | Login

MacroAd

Memo dari Kedoya

Idul Fitri, momentum kita untuk berubah, dari bibir turun ke hati

Jumat, 15 Juni 2018 - 06:00    |    Penulis : Administrator

 

Elshinta.com - Setelah sebulan penuh kita berpuasa, maka saatnya tiba hari yang istimewa, hari dimana kita mengingat kembali makna puasa, yaitu bukan hanya sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga bagaimana hati dan pikiran kita ikut berpuasa dari segala sesuatu yang buruk dan tak bermanfaat. 

Keistimewaan di ujung bulan puasa harus kita raih sempurna, yaitu saling memaafkan dengan hati yang tulus dan ikhlas. Kita hapus segala kesalahan teman, rekan, sahabat, tetangga, saudara, sanak famili dan handai taulan, sambil kita juga memohon maaf atas segala kesalahan, kekhilafan, baik yang sengaja maupun tidak.

Hidup ini terlalu singkat untuk mendendam, membenci, ataupun bermusuhan. Tidak akan kita raih kedamaian hati dan ketenteraman jiwa dalam buruknya prasangka, lunturnya kepercayaan, ataupun dengkinya perasaan.

Dalam merayakan Idul Fitri yang istimewa, kita tidak cukup hanya dengan mengucapkan ‘minal aidin wal faidzin’ yang meluncur dengan mudahnya dari mulut. Sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang punya harkat dan martabat, maka perubahan ke arah yang lebih baik adalah sebuah keniscayaan bagi kita. Kita harus mampu mengubah gerakan bibir menjadi gerakan hati. Gerakan ketulusan yang sesungguhnya, yang tanpa pamrih. Sehingga, apa yang kita ucapakan itu memang betul-betul bukan hanya sekadar kata-kata, melainkan sebuah kesadaran, kerendah-hatian, dan harapan akan lahirnya kembali jiwa kita yang fitri, yang terampuni, dimaafkan, dan kembali fitrah dalam penuh ketenteraman.

Semoga Idul Fitri kali ini betul-betul menyadarkan kita akan pentingnya arti ketulusan, bukan hanya dalam bermaaf-maafan, tetapi juga ketulusan yang terimplementasikan dalam tindakan dan perbuatan. Tindakan yang bijak dalam mengisi sisa usia yang semakin menipis, dan perbuatan baik yang bermanfaat bagi orang-orang di sekitar kita, lingkungan kita, wilayah kita, bangsa dan negara kita.

Mari kita awali kembali kehidupan kita yang baru. Kita tinggalkan kekelaman dan pengalaman yang suram. Kita sambut masa depan dengan penuh keinginan adanya perubahan. Berdoa dan berusaha, kunci kita menuju kebaikan dan perbaikan.

Akhirnya, dengan segala kerendahan hati dan ketulusan yang mendalam, di hari yang istimewa ini, seluruh staf, redaksi dan manajemen Elshinta.com mengucapkan, “Selamat Idul Fitri, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin.”

elshinta.com
elshinta.com
Aktual Dalam Negeri | 13 Oktober 2018 - 18:15

Permukaan tanah Malang Raya alami penurunan tiga meter

Aktual Luar Negeri | 07 November 2018 - 17:12

Dubes dampingi Rizieq hadapi masalah di Arab Saudi

Aktual Dalam Negeri | 19 Agustus 2018 - 07:50

BPJS Kesehatan tegaskan tak ada batasan lama rawat inap

Aktual Olahraga | 19 November 2018 - 19:56

Pemerintah Provinsi NTT batalkan `Tour de Flores` 2018

Komentar

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Brojonegoro
Siap!
ADMIN - ProyekSenen
Siap juga selalu :)
ProyekSenen
Mantap, semoga idul fitri membawa kedamaian di hati.
elshinta.com

FOLLOW US:

© 2018 All Right Reserved. Elshinta.com