Top
Begin typing your search above and press return to search.

2 April 1482: Cirebon tak lagi tunduk ke Pajajaran

2 April 1482: Cirebon tak lagi tunduk ke Pajajaran
X

Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, salah satu situs sejarah yang berkaitan erat dengan periode awal Kesultanan Cirebon. (Foto: Wikimedia Commons)

Pada 2 April 1482, wilayah Cirebon di pesisir utara Jawa Barat menyatakan tidak lagi berada di bawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Peristiwa tersebut terjadi ketika pemimpin Cirebon, Syarif Hidayatullah, memutuskan untuk menghentikan pengiriman upeti kepada Kerajaan Pajajaran, yang saat itu menjadi penguasa wilayah Sunda di Jawa Barat.

Keputusan tersebut menandai berdirinya Kesultanan Cirebon sebagai pemerintahan yang berdiri sendiri dan tidak lagi tunduk pada Pajajaran. Momentum ini kemudian dikenal sebagai tonggak sejarah berdirinya Cirebon sebagai kekuatan politik baru di pesisir utara Pulau Jawa pada abad ke-15.

Langkah yang diambil Syarif Hidayatullah berlangsung di tengah berkembangnya pengaruh Islam di kawasan pesisir Jawa. Cirebon yang saat itu merupakan pelabuhan penting bagi perdagangan antarpulau dan internasional berkembang menjadi pusat penyebaran Islam sekaligus jalur perdagangan yang strategis. Keputusan untuk memisahkan diri dari Pajajaran juga dipandang sebagai bagian dari dinamika politik dan keagamaan yang terjadi di wilayah Jawa pada masa tersebut.

Dengan berdirinya pemerintahan sendiri, Cirebon kemudian berkembang sebagai kesultanan yang memiliki peran penting dalam hubungan dagang serta penyebaran agama Islam di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya. Peristiwa pada 2 April 1482 tersebut hingga kini diperingati sebagai hari jadi Kabupaten Cirebon, sebagai bentuk penghormatan terhadap awal berdirinya pemerintahan Cirebon yang mandiri.

Sumber : Sumber Lain

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire