5 Januari 1962: Langkah awal Indonesia hadapi konflik Irian Barat

Mayor Jenderal Suharto saat pertemuan dengan Komando Mandala. (wikipedia)
Mayor Jenderal Suharto saat pertemuan dengan Komando Mandala. (wikipedia)
Pemerintah Indonesia mengintensifkan persiapan Operasi Trikora pada awal Januari 1962 sebagai upaya merebut kembali Irian Barat dari kekuasaan Belanda. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya ketegangan diplomatik dan militer antara Indonesia dan Belanda terkait status wilayah tersebut.
Persiapan Operasi Trikora mencakup konsolidasi kekuatan militer, peningkatan kesiapan pasukan, serta penguatan dukungan politik di dalam negeri. Pemerintah menilai penguasaan kembali Irian Barat sebagai bagian dari perjuangan menegakkan kedaulatan dan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Operasi Trikora sendiri merupakan singkatan dari Tri Komando Rakyat yang diumumkan Presiden Soekarno pada 19 Desember 1961 di Yogyakarta. Komando tersebut berisi seruan untuk menggagalkan pembentukan negara boneka Papua oleh Belanda dan mengibarkan Sang Merah Putih di Irian Barat.
Pada awal Januari 1962, berbagai langkah strategis mulai dimatangkan, termasuk penempatan personel militer dan penyusunan rencana operasi gabungan. Selain jalur militer, Indonesia juga menggalang dukungan diplomatik internasional guna menekan Belanda agar bersedia berunding.
Rangkaian persiapan ini kemudian berujung pada meningkatnya tekanan internasional terhadap Belanda dan membuka jalan bagi Perjanjian New York 1962, yang menjadi dasar penyerahan Irian Barat kepada Indonesia melalui mekanisme PBB.




