Top
Begin typing your search above and press return to search.

6 Februari 1949: Bung Karno diasingkan di Muntok, Bangka Barat oleh Belanda

Hari ini dalam sejarah 6 Februari 1949, Bung Karno diasingkan di Muntok, Bangka Barat oleh Belanda.

6 Februari 1949: Bung Karno diasingkan di Muntok, Bangka Barat oleh Belanda
X

Sumber foto: https://shorturl.at/kAlZV/elshinta.com.

Hari ini dalam sejarah 6 Februari 1949, Bung Karno diasingkan di Muntok, Bangka Barat oleh Belanda. Pengasingan ini merupakan bagian dari upaya Belanda untuk menekan tokoh-tokoh nasional yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia setelah Agresi Militer II yang dilakukan oleh Belanda pada akhir tahun 1948.

Bung Karno dipindahkan ke Muntok dari tempat pengasingan sebelumnya di Prapat, Sumatera Utara ke Muntok, tepatnya di Pesanggrahan Menumbing, yang terletak di puncak Bukit Menumbing / Pesanggrahan Banka Tin Winning (BTW), yang kini dikenal sebagai Wisma Ranggam.

Bung Karno diasingkan sebagai tahanan politik Belanda Bersama Tokoh Bangsa lainnya, seperti M. Hatta (Wakil Presiden), Agus Salim (Menteri Luar Negeri), RS Soerjadarma (Kepala Angkatan Udara), Sutan Sjahrir (Mantan Perdana menteri), MR Asaat (Ketua KNIP) dan AG Pringgodigdo (Mensesneg).

Selama masa pengasingan, meskipun dalam kondisi yang tidak nyaman, para pemimpin ini tetap berkomitmen untuk memperjuangkan nasib bangsa. Mereka membentuk kelompok perundingan yang dikenal sebagai "Tress Bangka" untuk melawan upaya Belanda dan mendorong kembalinya kedaulatan Indonesia melalui meja perundingan.

Dalam perjalanannya, mereka menghabiskan waktu dengan berdiskusi dan merumuskan strategi diplomasi untuk mengembalikan kedaulatan Indonesia yang menunjukkan bahwa semangat perjuangan mereka tidak pernah padam. Bahkan, Bung Karno tetap mampu mempengaruhi masyarakat sekitar dengan pidato-pidatonya yang inspiratif, sehingga banyak penduduk setempat yang mendukung perjuangan mereka.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire