Kurangnya Kedatangan Mahasiswa Asing ke Australia Tak Hanya Rugikan Universitas
Elshinta
Senin, 21 September 2020 - 13:20 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kurangnya Kedatangan Mahasiswa Asing ke Australia Tak Hanya Rugikan Universitas
ABC.net.au - Kurangnya Kedatangan Mahasiswa Asing ke Australia Tak Hanya Rugikan Universitas

Pemerintah Australia masih belum memutuskan kapan mahasiswa internasional bisa kembali. Dalam beberapa bulan terakhir rata-rata mahasiswa internasional yang boleh datang hanya berjumlah belasan setiap bulannya.

  • Biro Statistik Australia memperkirakan hanya 40 mahasiswa asing yang masuk ke Australia bulan Juli
  • Akomodasi mahasiswa mengalami penurunan tingkat hunian yang sangat tajam
  • Menteri Pendidikan Dan Tehan tidak mengetahui kapan situasi akan kembali normal

Kalangan bisnis yang selama ini mengandalkan pemasukan dari para mahasiswa internasional mengatakan butuh waktu beberapa tahun agar bisnis mereka bisa pulih, sekalipun mahasiswa internasional diizinkan datang di awal tahun 2021.

Beberapa bulan lalu, Kawasan Ibukota Australia (ACT) dan Pemerintah Federal Australia merencanakan program untuk menerbangkan 350 mahasiswa internasional ke Canberra, agar mereka bisa memulai semester kedua bulan Juli lalu. sehingga mereka bisa memulai studi di kampus di semester kedua yang dimulai

Namun rencana tersebut ditunda, setelah adanya gelombang penularan kedua di Melbourne.

Di akhir Agustus, sebuah proyek baru diumumkan dengan rencana mendatangkan 300 mahasiswa internasional kembali ke Adelaide pada bulan September.

Hingga saat ini proyek tersebut juga belum terlaksanakan dan Menteri Pendidikan Australia, Dan Tehan tidak bisa memberikan kepastian kapan program ini akan dimulai.

"Jelas sudah ada pengumuman bahwa Australia Selatan mau memulai proyek ini, namun juga kami berpendapat masih ada masalah perbatasan antar negara bagian, selain juga mendahulukan warga Australia yang harus kembali," kata Dan kepada ABC.

Juru bicara Pemerintah Australia Selatan mengatakan masalah "logistik final masih sedang dibicarakan", termasuk mahasiswa dari negara mana saja yang diperbolehkan datang.

Menurut data yang dimiliki oleh Departemen Dalam Negeri Australia hingga 30 Juni, ada 555.310 pemegang visa pelajar yang berada di Australia.

Namun jumlah kedatangan mahasiswa internasional baru yang datang menurun sangat tajam dibandingkan waktu yang sama tahun lalu.

Biro Statistik Australia (ABS) mencatat di bulan Juli 2019, ada 144 ribu mahasiswa yang tiba untuk memulai semester kedua tahun ajaran. Sementara di bulan Juli 2020 hanya 40 mahasiswa yang datang.

Tabel jumlah mahasiswa yang pulang dan yang datang

Datang 2019 Pulang 2019 Datang 2020Pulang 2020
Januari90.26068.72091.61075.640
Februari183.90044.650121.32028.960
Maret72.15031.96060.36042.130
April44.50045.410309.910
Mei34.26039.300405.460
Juni46.040118.850607.450
Juli143.84065.2904012.130
Agustus54.96039.680
September 45.30048.430
October50.83039.230
November38.260109.430
Desember38.690142.940

Sumber: ABS

Dampaknya terhadap akomodasi dan bisnis lainnya

Agen migrasi di Australia, Seema Shah sudah menjalankan bisnis untuk menarik mahasiswa asing untuk studi di Australia selama 20 tahun.

Dia memperkirakan banyak mahasiswa asing yang menunda kedatangan atau studinya, namun akan tetap datang ke Australia karena sudah membayar biaya kuliah dan sudah mendapatkan visa.

Tapi ia mengatakan akan banyak mahasiswa yang akan pindah ke negara lain.

"Inggris banyak menerima kedatangan mahasiswa di bulan September dan mereka mengizinkan mahasiswa datang, jadi saya tahu kita sudah kehilangan banyak mahasiswa yang memilih ke Inggris," katanya.

Sektor akomodasi di Australia mengalami dampak terbesar dengan berkurangnya mahasiswa internasional yang datang.

Kajian terbaru yang dilakukan lembaga bidang pendidikan, Mitchell Institute, mengatakan lebih dari 30 persen akomodasi di pusat-pusat kota Australia dan pemukiman yang dekat dengan kampus diisi oleh mahasiswa internasional.

Gedung penyedia akomodasi mahasiswa, Iglu di Sydney, tidak biasanya tampak sepi, padahal sebelumnya di jam makan siang jarang sekali ada bangku kosong.

"Kami melihat tingkat hunian kami yang biasanya sekitar 95 persen, sekarang berkurang menjadi separuhnya, dan ini semua berhubungan langsung dengan COVID," kata direktur Iglu, Jonathan Gliksten.

Menurut data ada sekitar 113 ribu kamar yang khusus dibuat untuk menampung mahasiswa di Australia dengan tambahan 45.500 lagi sedang dibangun atau direncanakan akan dibangun.

Clinton Ostwald direktur perusahaan konsultasi properti Urbis mengatakan dalam beberapa tahun terakhir banyak pembangunan pesat untuk akomodasi mahasiswa di Australia.

"Sekitar separuhnya dimiliki oleh universitas, baik langsung maupun kerja sama, dan sekitar 40 persen dimiliki oleh pengembang swasta dan sisanya oleh college," katanya.

Iglu memiliki dan menjalankan akomodasi di Sydney, Melbourne dan Brisbane.

Jonathan mengatakan 60-80 persen gedung biasanya diisi oleh mahasiswa internasional, tergantung lokasinya.

Mereka berharap akan adanya peningkatan jumlah mahasiswa dalam negeri untuk menggantikan mahasiswa asing dan diperlukan waktu beberapa tahun agar keadaan kembali normal seperti sebelum adanya pandemi.

"Akan diperlukan waktu beberapa tahun, ketika mahasiswa akan memulai tahun pertama setelah krisis, mereka mungkin akan bertahan sampai tahun kedua dan ketiga, sehingga jumlahnya kembali normal," kata Clinton.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya.

Lihat artikelnya dalam bahasa Inggris di sini

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kunjungan PM Jepang ke Indonesia: China Anggap Sebagai Ancaman
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga telah bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan keduan...
Warga Asal Meksiko Mendapat Diskriminasi Saat Hendak Sewa Rumah di Australia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Viry, seorang warga asal Meksiko yang tinggal di Canberra, mulai ragu apakah dia harus mengungkapkan...
Dorothy, Perempuan Australia Berusia 107 Tahun yang Tak Khawatir Virus Corona
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perempuan berusia 107 tahun dan ibu dari 11 anak yang selamat dari perang dunia, flu Spanyol, dan De...
Mengapa Ada Orang yang Secara Sukarela Mau Terinfeksi Virus Corona?
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Robert Hatfield menawarkan diri kepada ilmuwan untuk menularkan COVID-19 kepadanya demi membantu pen...
John Chardon, Terpidana Kematian Istri Asal Surabaya Meninggal di Penjara Brisbane
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
John William Chardon (73), terpidana kasus kematian wanita asal Indonesia Novy Chardon, meninggal da...
Menikmati Kerja: Warga Indonesia di Australia yang Belum Pensiun di Usia 70 Tahun
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Sepuluh hari lagi, Sjahrir Laonggo akan meniup lilin ulang tahunnya ke-70, namun pria Indonesia yang...
Petani Australia Putus Asa, Mendesak Agar Backpacker Segera Didatangkan
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Kalangan petani dan pelaku usaha pariwisata Australia mendesak pemerintah untuk memperbolehkan peker...
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Ketika Elly, bukan nama sebenarnya, meninggalkan rumah di pinggiran kota Melbourne tempatnya berlind...
Ketika Sebagian Kita Harus Pensiun, Pensiun Dini, di-PHK di Tengah Pandemi
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Pandemi COVID-19 sudah menjungkirbalikkan keadaan dunia selama beberapa bulan terakhir, termasuk di ...
Pertama Kali Dalam Empat Bulan Tidak Ada Kasus Baru COVID-19 di Melbourne
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Negara bagian Victoria, Australia, hari Senin (26/10) melaporkan tidak ada kasus baru dan kematian a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV