Tes Untuk Jadi Warga Negara Australia Dipersulit, Harus Lolos Ujian 75 Persen
Elshinta
Senin, 21 September 2020 - 13:20 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Tes Untuk Jadi Warga Negara Australia Dipersulit, Harus Lolos Ujian 75 Persen
ABC.net.au - Tes Untuk Jadi Warga Negara Australia Dipersulit, Harus Lolos Ujian 75 Persen

Bila ingin menjadi warga negara Australia, mulai tanggal 15 November 2020, Anda harus menjawab beberapa pertanyaan mengenai kehidupan benegara di Australia dalam tes kewarganegaraan.

Perubahan soal ujian untuk jadi warga negara Australia menjadi yang terbesar yang penah dilakukan dalam 10 tahun terakhir.

Menurut Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan Australia akan ada lima soal tambahan terkait persamaan hak, demokrasi dan saling menghormati.

Lima soal ini menjadi bagian dari 20 soal pilihan ganda yang harus dijawab.

Peserta tidak boleh salah menjawab soal mengenai nilai-nilai kehidupan di Australia tersebut dan dengan tingkat kelulusan minimal 75 persen.

Jawaban yang benar tidak diberikan setelah menjawab, namun di bagian akhirnya akan ada hasil yang menunjukkan apakah Anda lulus atau tidak.

Pengumuman mengenai tambahan pertanyaan terkait nilai-nilai Australia bagi calon warga negara diumumkan hari Kamis ini (17/09) bersamaan dengan peringatan Hari Kewarganegaraan Australia.

"Nila-nilai Australia sangatlah penting. Nilai-nilai itu membantu membentuk negara ini, dan itulah alasannya mengapa begitu banyak orang ingin menjadi warga negara Australia," kata Pejabat sementara Menteri Imigrasi Australia Alan Tudge.

Pertanyaan mengenai nilai-nilai kehidupan di Australia diantaranya terkait kebebasan berbicara, persamaan hak, apakah warga di Australia harus berusaha belajar bahasa Inggris, dan apakah kita harus bersikap toleran bila kita tidak sependapat dengan orang lain.

Anda yang ingin mencoba berlatih bisa melakukannya di situs Departemen Imigrasi dan Kewarganegaraan Australia.

Apakah saya bisa jadi warga negara Australia?

Mereka yang sudah menjadi permanent resident di Australia paling tidak selama empat tahun dan berusia antara 18-59 tahun boleh mengajukan diri menjadi warga negara Australia.

Lebih dari lima juta orang sudah menjadi warga negara Australia, sejak diberlakukannya keharusan mengajukan permohonan menjadi warga negara di Australia di tahun 1949.

Dalam lima tahun terakhir, lebih dari 686 ribu orang mendapat kewarganegaraan Australia, dengan rekor terbanyak terjadi di tahun 2019-2020, yakni sebanyak 204 ribu orang.

Selama pandemi COVID-19 tercatat ada 84 ribu warga negara Australia baru yang menerima sertifikat kewarganegaraan dalam upacara yang dilakukan online.

Lima negara asal yang paling banyak menjadi warga negara Australia adalah India, Inggris, China, Filipina dan Pakistan.

Dalam laporan yang dibuat oleh Departemen Dalam Negeri Australia per 31 Agustus, ada 159.846 ribu permohonan menjadi warga negara yang sedang diproses.

75 persen kasus memerlukan waktu 15 bulan untuk disetujui dan 90 persen memerlukan waktu 28 bulan.

Bertepatan dengan Hari Kewarganegaraan Australia hari Kamis ini, lebih dari 2.500 warga baru akan menerima sertifikat kewarganegaraan lewat 100 upacara di seluruh Australia.

Apa beda warga negara dengan permanent resident?

Pada umumnya, mereka yang sudah menyandang status permanent resident boleh tinggal, bekerja dan belajar selamanya di Australia, namun mereka tidak bisa mendapatkan paspor Australia.

Dalam beberapa tahun terakhir pemerintah Federal Australia juga menerapkan aturan lebih ketat kepada para pemegang visa permanent resident yang melakukan pelanggaran hukum.

Jika pernah menjalani hukuman penjara dari 12 bulan, maka mereka terancam dideportasi ke negara asal setelah hukuman selesai.

Permanent resident juga masih harus memperpanjang visa setiap lima tahun sekali.

Sementara warga negara Australia bisa memberikan suara dalam pemilihan umum, baik di tingkat federal ataupun di negara bagian, dan mereka tidak harus memiliki visa untuk kembali dari perjalanan dari luar negeri.

Jumlah migran baru terendah dalam 10 tahun terakhir

Data terbaru menunjukkan jumlah kedatangan migran baru ke Australia selama tahun 2019-2020 mencapai titik terendah dalam 10 tahun terakhir.

Penundaan proses visa karena pandemi COVID-19 dan pembatasan kedatangan internasional menjadi dua penyebab utama menurunnya kedatangan migran baru.

Sampai tanggal 30 Juni lalu, jumlah visa permanent yang disetujui selama 12 bulan adalah 140.366 orang.

Jumlah ini masih di bawah target Pemerintah Federal Australia, yaitu 160 ribu orang, dan di bawah angka rata-rata 175 ribu orang setiap tahunnya selama 10 tahun terakhir.

Minggu lalu pemerintah Australia mengumumkan daftar keterampilan baru untuk menarik minat migran baru ke Australia.

Mereka yang dibutuhkan adalah perawat, dokter, manajer konstruksi dan mereka yang bergerak di bidang informasi dan teknologi.

Mereka yang masuk dalam 17 kategori khusus akan mendapat prioritas untuk mausk ke Australia, namun masih harus menjalani karantina selama 14 hari dengan biaya sendiri.

Menurut Menteri Imigrasi Alan Tudge, program migran lainnya untuk tahun keuangan 2020-2021 akan diumumkan bulan Oktober.

"Besaran dan komposisi program migrasi dan kemanusiaan akan dipertimbangkan sesuai dengan situasi COVID-19 yang terus berkembang," katanya dalam sebuah pernyataan.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kunjungan PM Jepang ke Indonesia: China Anggap Sebagai Ancaman
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga telah bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan keduan...
Warga Asal Meksiko Mendapat Diskriminasi Saat Hendak Sewa Rumah di Australia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Viry, seorang warga asal Meksiko yang tinggal di Canberra, mulai ragu apakah dia harus mengungkapkan...
Dorothy, Perempuan Australia Berusia 107 Tahun yang Tak Khawatir Virus Corona
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perempuan berusia 107 tahun dan ibu dari 11 anak yang selamat dari perang dunia, flu Spanyol, dan De...
Mengapa Ada Orang yang Secara Sukarela Mau Terinfeksi Virus Corona?
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Robert Hatfield menawarkan diri kepada ilmuwan untuk menularkan COVID-19 kepadanya demi membantu pen...
John Chardon, Terpidana Kematian Istri Asal Surabaya Meninggal di Penjara Brisbane
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
John William Chardon (73), terpidana kasus kematian wanita asal Indonesia Novy Chardon, meninggal da...
Menikmati Kerja: Warga Indonesia di Australia yang Belum Pensiun di Usia 70 Tahun
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Sepuluh hari lagi, Sjahrir Laonggo akan meniup lilin ulang tahunnya ke-70, namun pria Indonesia yang...
Petani Australia Putus Asa, Mendesak Agar Backpacker Segera Didatangkan
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Kalangan petani dan pelaku usaha pariwisata Australia mendesak pemerintah untuk memperbolehkan peker...
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Ketika Elly, bukan nama sebenarnya, meninggalkan rumah di pinggiran kota Melbourne tempatnya berlind...
Ketika Sebagian Kita Harus Pensiun, Pensiun Dini, di-PHK di Tengah Pandemi
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Pandemi COVID-19 sudah menjungkirbalikkan keadaan dunia selama beberapa bulan terakhir, termasuk di ...
Pertama Kali Dalam Empat Bulan Tidak Ada Kasus Baru COVID-19 di Melbourne
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Negara bagian Victoria, Australia, hari Senin (26/10) melaporkan tidak ada kasus baru dan kematian a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV