Inilah Bantuan yang Tersedia Bagi Mahasiswa Internasional di Australia
Elshinta
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Inilah Bantuan yang Tersedia Bagi Mahasiswa Internasional di Australia
ABC.net.au - Inilah Bantuan yang Tersedia Bagi Mahasiswa Internasional di Australia

Pemerintah di beberapa negara bagian Australia mengeluarkan beragam bantuan bagi mahasiswa internasional yang masih tinggal di Australia.

Mulai dari uang tunai hingga peringanan biaya sewa tempat tinggal bagi mereka yang mengalami kesulitan di tengah pandemi COVID-19.

Berikut adalah daftar bantuan bagi mereka sesuai dengan negara bagian:

Akomodasi gratis selama 12 minggu di New South Wales

Pemerintah NSW mengumumkan akan membayar akomodasi sementara bagi mahasiswa internasional yang kesulitan di tengah pandemi COVID-19.

Akomodasi tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang sudah atau kemungkinan tak bisa lagi mendapat akomodasi yang layak.

Tempat tinggal yang digunakan berasal dari penyedia akomodasi mahasiswa dan homestay yang memenuhi syarat.

Mahasiswa internasional yang memenuhi syarat dapat menempati akomodasi yang ditentukan minimal selama 12 minggu dan dapat diperpanjang delapan minggu lagi, bila dananya masih tersedia.

Aplikasi untuk Skema ini sudah dibuka sejak 1 Juni 2020 dan akan diproses oleh Service NSW dan NSW Treasury.

Berikut beberapa persyaratan bagi mahasiswa internasional yang ingin mendaftar:

  • Sudah atau kemungkinan kehilangan akses ke akomodasi yang layak
  • Memegang visa pelajar
  • Memiliki akun MyServiceNSW
  • Memiliki surat dukungan dari lembaga pendidikan bersangkutan
  • Dianggap memenuhi kriteria oleh badan administrasi

Informasi dan daftar lengkap dari persyaratan di atas bisa dibaca di sini.

Pendaftaran bisa dilakukan secara online atau dengan menghubungi hotline COVID-19 Pemerintah NSW di nomor 13 77 88.

Peringanan biaya sewa dan pemberian uang tunai di Victoria

Pemerintah Victoria telah menggelontorkan dana sebesar AU$80 juta melalui skema Rent Relief Grant bagi warga Victoria yang mengalami kesulitan membayar sewa karena pandemi COVID-19.

Bantuan peringanan sewa ini dikhususkan bagi penyewa dan dibayarkan secara langsung kepada agen, pemberi sewa, pemilik tanah dan rumah.

Meskipun tidak dikhususkan bagi mahasiswa internasional, tapi bila memenuhi syarat, mereka dapat menerima bantuan dana hingga AUD$3,000 (Rp32,5 juta).

Beberapa syarat dan langkah untuk mendapatkan bantuan ini antara lain:

  • Memperbaharui persetujuan sewa rumah dengan mendaftarkannya ke Consumer Affairs Victoria
  • Memiliki tabungan kurang dari AU$10,000 (Rp108 juta), di samping superannuation
  • Memiliki pendapatan di bawah AU$1,903 (Rp20,6 juta) per minggu sebelum pajak
  • Mereka yang membayar lebih dari 30 persen dari total pendapatan untuk biaya sewa

Kemungkinan untuk mendapatkan bantuan ini semakin besar bila jam kerja atau penghasilan pendaftar telah dikurangi sebanyak 20 persen atau lebih.

Bantuan ini berlaku sampai tanggal 31 Desember 2020. Pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat diakses di sini.

Bila kesulitan membayar biaya listrik dan air, mahasiswa internasional juga dapat mengakses bantuan Utility Relief Grants.

International Student Emergency Relief Fund yang memberikan bantuan satu kali per orang sebesar AUD$1,100 (Rp11,9 juta) juga masih berlaku hingga saat ini.

Untuk mengaksesnya, Confirmation of Enrolment (CoE) dari universitas harus menunjukkan jika mereka terdaftar sebagai mahasiswa sejak tanggal 31 Maret 2020, di samping persyaratan lainnya.

Uang tunai AU$500 di Australia Selatan

Dana sebesar AU$13,8 juta telah disisihkan untuk mahasiswa internasional di Australia Selatan melalui International Student Support Package sebagai bentuk komitmen Pemerintah setempat.

Bantuan yang dapat diakses antara lain adalah pemberian uang tunai sebesar AU$500 (Rp5,4 juta) bagi mahasiswa berikut:

  • Siswa yang sedang mempelajari bahasa Inggris (tidak termasuk siswa dalam program universitas negeri Australia Selatan*)
  • Siswa Vocational Education and Training (VET) (tidak termasuk siswa dalam program universitas negeri Australia Selatan*)
  • Siswa perguruan tinggi di universitas swasta Australia Selatan
  • Siswa pra-universitas (tidak termasuk siswa dalam program universitas negeri Australia Selatan*)

    *Universitas negeri Australia Selatan antara lain Flinders University, University of Adelaide, dan University of South Australia 

Pembayaran satu kali seorang sebesar AU$200 juga tersedia bagi mahasiswa yang tinggal bersama keluarga homestay di Australia Selatan.

Bila memenuhi syarat, mahasiswa internasional dapat menyediakan dokumen yang diperlukan dan mendaftarkan diri di sini.

Voucher dan pembayaran sewa di Australia Barat

Study Perth telah mengeluarkan StudyPerth Crisis Relief (SPCR), yaitu sebuah program bantuan bagi mahasiswa internasional yang terdampak pandemi COVID-19 dan aturan yang berlaku.

Menurut situs Study Perth, bantuan yang mereka sediakan dalam program ini antara lain berupa makanan, tempat tinggal, perawatan kesehatan fisik dan mental, dan hak sebagai mahasiswa internasional.

Namun, sebelum mengakses program ini, mahasiswa harus terlebih dahulu mencoba mendapatkan bantuan dari institusi pendidikan mereka masing-masing.

"Dalam banyak kasus, institusi [ini] dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan mahasiswa, terutama karena universitas Australia Barat sudah mengumumkan paket dukungan lengkap," bunyi website tersebut.

Bila permohonan bantuan diterima, siswa akan mendapatkan voucher Coles atau Woolworths atau menerima pembayaran sewa dua minggu.

Seandainya masih memerlukan bantuan lagi, mereka bisa mencoba mendaftar SPCR untuk kedua kalinya.

Bantuan ini ditujukan terutama untuk mahasiswa internasional di Australia Barat yang secara mendesak memerlukan makanan atau tempat tinggal.

Protokol untuk mendapatkan SPCR dapat diakses di sini.

Diproduksi oleh Natasya Salim dari berbagai sumber

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Untuk Pertama Kalinya Penumpang Internasional Masuk Australia Tanpa Karantina
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Pesawat pertama dari tiga penerbangan asal Selandia Baru telah mendarat di Bandara Sydney. Untuk per...
Warga Melbourne Akhirnya Bisa Keluar Rumah Untuk Potong Rambut
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Setelah menjalani lockdown tahap keempat yang ketat selama sekitar 100 hari, warga Kota Melbourne, A...
Alasan Sejumlah Warga Asal China Tinggal di Pedesaan Australia
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Mayoritas warga Australia tinggal di kota besar seperti Sydney dan Melbourne, dan migran baru pun le...
Burung yang Cerdas: Apa yang Anda Ketahui Tentang Kakatua Berjambul Kuning?
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Burung kakatua dikenal sebagai salah satu hewan yang pintar. Tapi tahukah Anda jenis kakatua jambul ...
Banyak yang Pilih Pulang, Pengiriman Barang dari Australia ke Indonesia Naik
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Beberapa penyedia layanan kargo di Melbourne mengaku telah mendapat lonjakan permintaan pengiriman b...
Akibat Buruknya Penanganan COVID: Pengaruh Diplomatik RI Anjlok di Tahun 2020
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Pengaruh diplomatik Indonesia anjlok sebesar 5,2 persen akibat buruknya penanganan COVID-19, namun m...
Apa yang dilakukan Kepolisian Australia Saat Anggotanya Sendiri Terlibat KDRT?
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Polisi di Australia seringkali gagal menindak para polisi lain yang melakukan Kekerasan dalam Rumah ...
Unjuk Rasa di Thailand Memasuki Hari Keenam. Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Pemerintah Thailand berusaha membendung protes yang sedang berlangsung dengan ancaman akan menyensor...
Nasib Pertanian Jika Pemerintah Australia Tak Mengampuni Pekerja Gelap
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Pemerintah Australia memutuskan untuk tidak memberikan pengampunan kepada para pekerja gelap. Keputu...
Santi Whiteside, Perempuan Berdarah Batak yang Ikut Pilkada di Melbourne
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Santi Whiteside sudah tinggal di Australia lebih dari 20 tahun dan kini ia menjadi salah satu kandid...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV