Karena Pakai Jilbab: Kasus Penganiayaan Perempuan Hamil di Sydney Disidangkan
Elshinta
Selasa, 22 September 2020 - 09:35 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Karena Pakai Jilbab: Kasus Penganiayaan Perempuan Hamil di Sydney Disidangkan
ABC.net.au - Karena Pakai Jilbab: Kasus Penganiayaan Perempuan Hamil di Sydney Disidangkan

Rana Elasmar, wanita hamil yang dianiaya di Sydney tahun, yakin dirinya menjadi sasaran serangan karena mengenakan jilbab. Kasusnya mulai disidangkan pekan ini dan hakim menegaskan akan menjatuhkan hukuman setimpal.

Rekaman CCTV di sebuah cafe tempat kejadian menunjukkan seorang pria mendekati Rana dan temannya yang sedang ngobrol.

Pria bernama Stipe "Stephen" Lozina, 44 tahun, terlihat melompati meja ke arah korban dan langsung melayangkan beberapa kali pukulan ke bagian kepala dan tubuh korban.

Rana, 32 tahun, yang saat itu dalam keadaan hamil tua kemudian terjatuh ke lantai.

Lalu pelaku menginjak-injak Rana sebelum akhirnya bisa dihentikan oleh beberapa orang yang berada di lokasi.

Stipe ditangkap polisi pada hari kejadian tanggal 20 November 2019 dan asusnya mulai diajukan ke pengadilan magistrasi pada awal Desember tahun lalu.

Dalam persidangan pidana di Pengadilan Parramatta hari Selasa (15/09/2020), Rana memberikan keterangan sembari tak kuasa tangis.

Ia mengaku pada saat kejadian itu sangat mengkhawatirkan keselamatan bayi dalam kandungannya.

"Saya dengan sadar mengambil keputusan untuk menghindarkan bagian perutku dari pukulannya. Saya ingin melindungi kandunganku," kata Rana yang telah melahirkan anaknya itu pada Desember lalu.

"Saya berpikir tidak apa-apa pukul kepala saya selama dia tidak menyentuh kandungan saya," ujarnya.

Dia mengatakan beberapa hari setelah kejadian dia sempat tidak bisa merasakan gerakan bayi dalam kandungannya.

Kabar mengenai kelahiran bayinya diungkapkan Rana di akun Facebooknya.

"Saya ingin menyampaikan kabar mengenai kelahiran bayi laki-lakiku, Zayn," kata Rana.

Peristiwa penganiayaan yang dilakukan seorang pria terhadap wanita hamil di Sydney yang diduga bermotif Islamophobia. Video: Peristiwa penganiayaan yang dilakukan seorang pria terhadap wanita hamil di Sydney yang diduga bermotif Islamophobia. (ABC News)

Dalam keterangan di persidangan, Rana menyebutkan dirinya yakin telah menjadi sasaran karena mengenakan jilbab sehingga diidentikkan oleh pelaku sebagai seorang Muslim.

Rana menjelaskan, sebelum melancarkan pukulan, terdakwa sempat melontarkan ucapan, "orang Islam telah memperkosa ibu saya."

Jaksa penuntut umum menyebutkan serangan yang dilakukan terdakwa dilatarbelakangi motif Islamofobia, dengan keyakinan orang yang seagama dengan Rana, ditandai dengan jilbab yang dia kenakan, telah "berbuat salah pada ibu Stipe".

"Saya merasakan setiap pukulannya dan menyadari orang ini tidak akan berhenti," ucap Rana di persidangan.

Rana menyebutkan dirinya tidak hanya terluka secara fisik tetapi dampak psikologis terhadap diri dan anak-anaknya akan bertahan lama.

"Bagaimana saya menjelaskan kepada putriku mengapa pria ini memukuli saya?" katanya.

Stipe mengikuti proses persidangan dari ruang tahanannya melalui tautan video dan ia menolak didampingi pengacara.

Hakim Christopher Craigie mengatakan seandainya dia memiliki kewenangan memaksa pendampingan hukum kepada terdakwa, maka hal itu akan dilakukan.

Hakim Craigie akan menjatuhkan vonisnya bulan depan dan mengatakan akan mempertimbangkan penyakit mental, keseriusan perbuatan terdakwa, perlunya mencegah kejadian serupa serta kerugian yang diderita korban.

"Jujur saja, saya juga harus mempertimbangkan kerugian pada negara kita yang toleran dan multikultural jika perbuatan semacam ini tidak dihukum atau dihukum tidak memadai," katanya.

Artikel ini diproduksi oleh Farid M. Ibrahim.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Untuk Pertama Kalinya Penumpang Internasional Masuk Australia Tanpa Karantina
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Pesawat pertama dari tiga penerbangan asal Selandia Baru telah mendarat di Bandara Sydney. Untuk per...
Warga Melbourne Akhirnya Bisa Keluar Rumah Untuk Potong Rambut
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Setelah menjalani lockdown tahap keempat yang ketat selama sekitar 100 hari, warga Kota Melbourne, A...
Alasan Sejumlah Warga Asal China Tinggal di Pedesaan Australia
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Mayoritas warga Australia tinggal di kota besar seperti Sydney dan Melbourne, dan migran baru pun le...
Burung yang Cerdas: Apa yang Anda Ketahui Tentang Kakatua Berjambul Kuning?
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Burung kakatua dikenal sebagai salah satu hewan yang pintar. Tapi tahukah Anda jenis kakatua jambul ...
Banyak yang Pilih Pulang, Pengiriman Barang dari Australia ke Indonesia Naik
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:15 WIB
Beberapa penyedia layanan kargo di Melbourne mengaku telah mendapat lonjakan permintaan pengiriman b...
Akibat Buruknya Penanganan COVID: Pengaruh Diplomatik RI Anjlok di Tahun 2020
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Pengaruh diplomatik Indonesia anjlok sebesar 5,2 persen akibat buruknya penanganan COVID-19, namun m...
Apa yang dilakukan Kepolisian Australia Saat Anggotanya Sendiri Terlibat KDRT?
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Polisi di Australia seringkali gagal menindak para polisi lain yang melakukan Kekerasan dalam Rumah ...
Unjuk Rasa di Thailand Memasuki Hari Keenam. Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Pemerintah Thailand berusaha membendung protes yang sedang berlangsung dengan ancaman akan menyensor...
Nasib Pertanian Jika Pemerintah Australia Tak Mengampuni Pekerja Gelap
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Pemerintah Australia memutuskan untuk tidak memberikan pengampunan kepada para pekerja gelap. Keputu...
Santi Whiteside, Perempuan Berdarah Batak yang Ikut Pilkada di Melbourne
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:14 WIB
Santi Whiteside sudah tinggal di Australia lebih dari 20 tahun dan kini ia menjadi salah satu kandid...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV