Perekonomian Asia Anjlok untuk Pertama Kalinya dalam 60 Tahun
Elshinta
Selasa, 22 September 2020 - 09:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Perekonomian Asia Anjlok untuk Pertama Kalinya dalam 60 Tahun
DW.com - Perekonomian Asia Anjlok untuk Pertama Kalinya dalam 60 Tahun

Berdasarkan laporan baru dari Asian Development Bank (ADB) yang dirilis pada Selasa (15/09), ekonomi di negara-negara Asia akan terjun ke jurang resesi untuk pertama kalinya sejak enam dekade terakhir.

Bank yang berbasis di Filipina ini memperkirakan ekonomi negara berkembang Asia akan menyusut ke 0,7% di tahun 2020.

Karena perkembangan yang tidak terduga, bank merevisi proyeksi sebelumnya terkait pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) kawasan itu sebesar 0,1% pada tahun ini.

Tidak mengherankan, penyebab utama di balik anjloknya ekonomi di kawasan Asia dan Pasifik itu terjadi akibat pandemi virus corona dan pemberlakuan penutupan wilayah. Selain merugikan bisnis, merosotnya laju ekonomi secara tak terduga membuat banyak orang jatuh miskin.

Namun, bank melihat tahun 2020 sebagai anomali. Ekonomi di kawasan Asia diprediksi akan kembali pulih pada tahun 2021 dengan pertumbuhan 6,8%.

Dari Taipei ke Timor Leste

Negara-negara Asia berkembang mencakup 46 negara, seperti Cina, Mongolia, Korea Selatan dan Singapura hingga Papua Nugini, Fiji dan bahkan Armenia, Azerbaijan dan Tajikistan.

ADB berasumsi bahwa kehadiran vaksin virus corona sangat penting dan diharapkan bisa tersedia paling cepat tahun depan.

"Segalanya tidak akan kembali seperti sebelum COVID, kecuali vaksin telah diluncurkan dan diproduksi," kata Yasuyuki Sawada, Kepala Ekonom ADB, kepada DW.

Secara keseluruhan, laporan tersebut memperkirakan sekitar tiga perempat ekonomi Asia mencatat pertumbuhan negatif tahun ini. Di sisi lain, Cina menjadi salah satu dari 12 negara yang diprediksi akan berakhir “hitam”, meski berada di episentrum wabah COVID-19. Bank memproyeksikan ekonomi Cina tumbuh 1,8%. Namun perekonomian Cina akan mulai pulih mencapai level 7,7% di tahun depan.

Asia Tenggara kemungkinan akan mengalami penurunan hingga 3,8%. Sementara Asia Selatan akan menjadi kawasan yang terkena dampak paling parah, contohnya India yang terkontraksi 9% di tahun ini. Negara yang paling parah terkena dampak adalah Maladewa, yang diperkirakan menyusut lebih dari 20%, diikuti oleh Fiji dengan penurunan 19,8%.

Saat ini, pengendalian dan penanggulangan pandemi menjadi prioritas nomor 1 di semua negara. "Pandemi yang berkepanjangan adalah risiko penurunan utama untuk sektor ekonomi. Wabah yang berkepanjangan berpotensi menggagalkan upaya pemulihan ekonomi dan memicu gejolak keuangan," laporan itu menyimpulkan. "Pemulihan bergantung pada langkah-langkah untuk mengatasi krisis kesehatan dan dukungan kebijakan yang berkelanjutan." (ha/vlz)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Apa yang Kita Pelajari dari Tikus Lucu Arktik ini?
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Benua Arktik di Kutub Utara terus mencair dan membawa perubahan muram pada ekosistem Bumi. Perkemban...
Meretas Tubuh dan Otak Sebagai bentuk Optimalisasi Melalui Biohacking dan Brainhacking
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
"Kami ingin menantang tubuh kami sehingga jadi lebih kuat.” Itulah yang diucapkan oleh Ma...
Laser: Juga Bisa untuk Pertanian
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Sinar laser memiliki banyak fungsi yang digunakan diberbagai bidang. Salah satunya industri perkapal...
Sistem Peringatan Dini Sokong Warga dan Lestarikan Gajah
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Sejak awal tahun 1970 kawasan di sebuah kota di India semakin padat penduduknya, akibatnya gajah ser...
Menemukan Perspektif Yang Belum Pernah Terlihat Sebelumnya
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Julian Charrière saat ini menjadi salah satu seniman paling sukses di Eropa. Karena dia seniman ist...
Serangan Teror di Paris Picu Diskusi Soal Islam di Prancis
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Pernyataan kecaman itu dibacakan saat Syeikh al-Tayeb berpidato di hadapan pemuka agama Kristen, Yah...
Akui Hak Berkeluarga Pasangan LGBT, Paus Fransiskus Imbau Dibuat UU Ikatan Sipil
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Paus Fransiskus mengeluarkan pernyataan dukungan paling eksplisit kepada pasangan homoseksual sejak ...
Pergulatan Prancis Melawan Islamisme  
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Akhir September lalu Prancis dikejutkan oleh serangan senjata tajam terhadap pejalan kaki di depan b...
Rasa Keadilan di Balik Sikap Paus Fransiskus Soal Ikatan Homoseksual
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Paus Fransiskus kembali membuat geger usai menyatakan dukungan atas ikatan sipil sebagai kerangka hu...
Ancaman Kepunahan Bahasa-bahasa Daerah di Indonesia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Bahasa adalah jati diri bangsa. Itu slogan lama yang sering didengungkan oleh para pamong praja atau...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV