Dengan Protokol Kesehatan, Abrahamsfest ke-20 Digelar di Recklinghausen
Elshinta
Selasa, 22 September 2020 - 09:37 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Dengan Protokol Kesehatan,  Abrahamsfest ke-20 Digelar di Recklinghausen
DW.com - Dengan Protokol Kesehatan, Abrahamsfest ke-20 Digelar di Recklinghausen

Puluhan acara termasuk kampanye, musik dan lokakarya diselenggarakan mulai pekan ini hingga tanggal 8 Desember mendatang, dalam perayaan Abrahamsfest atau Festival Ibrahim atau Abraham ke-20 di Recklinghausen, Jerman. Acara ini merupakan gerakan perdamaian dan wadah dialog antarumat beragama untuk membangun perdamaian.

Dikutip dari Domradio, festival kali ini bertajuk "Pemuda – aktif di antara kursi ", sebagaimana diumumkan penyelenggara di Marl, Recklinghausen. Kaum muda diharapkan berperan aktif dalam menjembatani perbedaan agama.

Hadir dalam perayaan untuk tahun ini adalah pianis Suriah, Aeham Ahmad, yang meninggalkan negara asalnya dan sekarang tinggal di Warburg, Jerman. Musisi tersebut akan tampil di konser pada tanggal 30 Oktober.

Hanya 30 tamu di lokasi acara pertama

Abrahamsfest ke-20 dimulai pada Minggu malam (06/09) dengan acara bertajuk "Hidup Bersama" di Sinagoge Recklinghausen. Hanya 30 tamu yang diperbolehkan hadir pada malam itu karena adanya protokol kesehatan terkait pandemi corona. Acara tersebut disiarkan langsung di YouTube dan Facebook.

Penyelenggara acara ini adalah Kelompok Kerja Kristen-Islam di Marl, Recklinghausen bekerja sama dengan gereja-gereja dan masjid-masjid, serta komunitas Yahudi di Recklinghausen, dewan integrasi Kota Marl. Kegiatan ini juga didukung termasuk Kementerian Integrasi North Rhein Westfallen, Gereja Injili Westfallen dan Keuskupan Münster.

Tradisi dialog antaragama

Bukan hanya pada saat festival saja, kegiatan komunitas antaragama ini sudah sering dilakukan sebelumnya. Februari lalu, acara doa bersama untuk perdamaian juga diselenggarakan di distrik ini.

“Pada saat konflik politik semakin global, dan kelompok serta pelaku individu ingin membenarkan pembunuhan terhadap orang lain dengan mengatakan bahwa mereka berasal dari komunitas agama yang berbeda, perasaan takut dan tidak aman semakin sering muncul,” ujar Bernhard Lübbering pensiunan imam gereja di Recklinghausen. Ia dan mitranya tokoh-tokoh agama lain ingin melakukan sesuatu untuk mengatasi hal itu dan berkomitmen untuk membangun dialog antaragama.Demikian dikutip dari situs Kirche und Leben.

“Kerja sama komunitas agama lokal sangat penting,” kata Lübbering. Hidup bersama di Recklinghausen hanya bisa berhasil "jika kita berbicara satu sama lain dan belajar satu sama lain dengan rasa hormat".

Sejak tahun 2000, orang Yahudi, kristiani dan muslim berkumpul di Recklinghausen untuk bersama dan membangun budaya saling menghormati.

ap/vlz (domradio, kircheundleben)



Kelompok-kelompok umat ??kristiani, muslim dan Yahudi di Recklinghausen, Jerman memulai perayaan Abrahamsfest ke-20. Membangun toleransi antaragama menjadi inti perayaan ini.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Meretas Tubuh dan Otak Sebagai bentuk Optimalisasi Melalui Biohacking dan Brainhacking
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
"Kami ingin menantang tubuh kami sehingga jadi lebih kuat.” Itulah yang diucapkan oleh Ma...
Laser: Juga Bisa untuk Pertanian
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Sinar laser memiliki banyak fungsi yang digunakan diberbagai bidang. Salah satunya industri perkapal...
Sistem Peringatan Dini Sokong Warga dan Lestarikan Gajah
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Sejak awal tahun 1970 kawasan di sebuah kota di India semakin padat penduduknya, akibatnya gajah ser...
Menemukan Perspektif Yang Belum Pernah Terlihat Sebelumnya
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Julian Charrière saat ini menjadi salah satu seniman paling sukses di Eropa. Karena dia seniman ist...
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
Phillis Wheatley Merdeka dari Perbudakan Berkat Kepiawaian Berpuisi
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Anak perempuan berkulit hitam itu usianya diperkirakan baru sekitar tujuh atau delapan tahun ketika ...
Cuci Tangan Sebagai Ritual Keagamaan
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Dalam masa pandemi Covid-19, mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh merupakan salah satu langk...
Ilmuwan: Hutan Yang Asri Adalah Solusi Atasi Kemiskinan 
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Satu dari sepuluh orang di dunia hidup di dalam kemiskinan ekstrim. Nasib mereka kian runyam selama ...
Purnawirawan dan Candu Kekuasaan: Catatan Atas Manuver Gatot Nurmantyo
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Gatot Nurmantyo (Akmil 1982) terus berikhtiar mencari jalan menuju kekuasaan. Segala cara dia tempuh...
Tajuk: Dialog Antaragama Semakin Relevan
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Ironisnya justru Arab Saudi, negeri yang mengabaikan hak sipil, membatasi kebebasan beragama dan ber...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV