Ada Kesamaan Cerita Dari Para Pekerja COVID-19 di Australia dan Indonesia
Elshinta
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Ada Kesamaan Cerita Dari Para Pekerja COVID-19 di Australia dan Indonesia
ABC.net.au - Ada Kesamaan Cerita Dari Para Pekerja COVID-19 di Australia dan Indonesia

Anggara Widyartanto sudah menjadi relawan COVID-19 di kota Surabaya sejak awal pandemi.

Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat di Universitas Airlangga bergabung menjadi relawan COVID-19 sejak Maret 2020.

Tugasnya adalah memberikan edukasi kepada warga, selain juga menyemprotkan disinfektan di rumah-rumah.

Ia mengatakan meski kebanyakan warga Surabaya telah memiliki pengetahuan soal virus corona, tapi ditemukan juga warga yang percaya teori konspirasi seputar virus corona.

"Mereka ini mengkhawatirkan masyarakat lainnya, karena tidak mau menggunakan masker atau menaati protokol kesehatan," ujarnya.

Tak hanya itu, saat berhadapan dengan masyarakat kelas menengah ke atas, Anggara mengatakan kebanyakan dari mereka tidak mau diajari.

"Masyarakat dengan pendidikan tingkat rendah juga sama susahnya … misalnya mereka takut dibohongi, sehingga kurang yakin kalau diajak untuk dites [COVID-19]," jelas Anggara kepada Erwin Renaldi dari ABC Indonesia.

Setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar di Surabaya berkahir, Anggara mengikuti tantangan 31 hari siap adaptasi, sebuah program relawan yang dibuat oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Termasuk diantara tugasnya adalah tracing atau menelusuri orang-orang yang pernah melakukan kontak langsung dengan mereka yang dinyatakan positif COVID-19.

Anggara pernah ditempatkan di salah puskesmas di Surabaya untuk melakukan tracing.

Ia meminta warga untuk memberikan data pribadinya, termasuk KTP, serta menanyakan sudah berpergian kemana, berapa orang tinggal di rumah.

"Yang sulit itu adalah warga tidak percaya jika saya orang dari Puskesmas, dengan bilang, Mas ini mempergunakan data kami untuk apa?," kata Anggara.

"Ada pula yang menjawab jika mereka sehat-sehat saja, masih bisa bekerja, supaya mereka tidak perlu melakukan tracing," tambahnya.

Menurut Anggara penolakan untuk dites atau pelacakan disebabkan karena banyak warga yang takut jika mereka kemudian dinyatakan positif tertular virus corona.

Bukan hanya stigma terhadap pasien COVID-19 di Indonesia yang masih kental, tapi Anggara mengatakan banyak warga khawatir tak bisa lagi bekerja atau beraktivitas, jika kemudian dinyatakan terkena COVID-19 karena harus melakukan isolasi mandiri.

Pengalaman mendatangi warga di Melbourne

Pengalaman Anggara di Surabaya dirasakan juga oleh Fransiska Wuri Nugrahani dan suaminya, I Made Dwicahyana Putra di Melbourne.

Keduanya pernah diperkerjakan selama sepekan di bulan Juni lalu untuk mendatangi rumah-rumah warga di daerah Pakenham.

Pakenham berlokasi sekitar 53 kilometer dari pusat kota Melbourne dan sempat masuk dalam daftar kawasan dengan penularan virus corona tertinggi di Melbourne metropolitan.

Tugas Siska, panggilan akrab Fransiska, dan suaminya adalah mendatangi rumah warga untuk menanyakan kondisi kesehatan mereka, apakah mereka punya gejala COVID-19, kemana mereka harus pergi untuk dites yang kebetulan di Australia tidak dipungut biaya.

Siska mengaku bekerja selama sekitar 8 jam dan bisa mendatangi 50-80 rumah warga dalam sehari.

"Saat door to door kami juga hanya ketok pintu atau pencet bel dan tidak ada kontak sama sekali. Jadi jaga jarak 2 meter saat pintu dibuka," jelas Siska kepada Sastra Wijaya dari ABC Indonesia.

Bila warga membuka pintu mereka, tim akan mengajukan serangkaian pertanyaan dan menanyakan apakah mereka mau dites COVID-19.

"Jika ya, lanjut pertanyaan selanjutnya. Jika tidak, kami langsung stop. Karena banyak kejadian ada warga yang bersikap agresif," jelas Siska.

Siska mengatakan beberapa warga menempelkan secarik kertas yang ditempelkan di pintu rumahnya dengan menuliskan mereka tidak mau dites.

"Jangan mengetok pintu. Kami tidak akan mau menjalani tes," tulis satu pesan.

"Untuk tim COVID-19, kami sudah menjalani isolasi selama enam bulan. Kami tidak memiliki gejala dan kami mau mengambil resiko dengan kesehatan kami dengan melakukan tes. Tolong jangan ketok pintu," tulis yang lain.

Pemerintah Victoria memberikan bantuan uang bagi mereka yang terpaksa tidak bekerja saat menunggu hasil tes, tapi tetap saja ada warga yang khawatir tidak akan bisa bekerja jika dinyatakan positif COVID-19.

Bulan Juli lalu ada pula laporan jika lebih dari 10 ribu warga Melbourne yang tinggal di kawasan hotspot penularan virus corona menolak dites, karena mereka percaya jika virus ini sebagai sebuah konspirasi.

Masyarakat keras kepala

Sebagai pekerja COVID-19 di Melbourne, Siska mengatakan dia tidaklah merasa khawatir dengan kesehatannya sendiri.

"Di sini standar prosedurnya ketat sekali. Walau dapat kerja dari dari agency [agen penyalur] dan pelatihan minim, terbilang kilat, tapi semua informasi yang diberikan mudah dipahami, dan protokol kesehatan jelas," katanya.

Di Surabaya, Anggara juga mengatakan jika ia diharuskan menggunakan alat pelindung diri lengkap saat bertemu dengan warga, termasuk saat memberikan bantuan ke rumah-rumah.

"Saya enggak takut tertular selama kita menjalani protokol kesehatan, masker itu jadi benteng saat saya di luar," kata Anggara.

"Ketakutan terbesar saya adalah saya berhadapan dengan masyarakat yang keras kepala," jelasnya.

Menurut Anggara jika berhadapan dengan "masyarakat yang keras kepala", maka akan susah juga untuk memberikan informasi yang benar dan pada akhirnya akan sulit untuk menekan penularan.

Ikuti perkembangan terkini soal pandemi virus corona di dunia lewat situs ABC Indonesia

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kunjungan PM Jepang ke Indonesia: China Anggap Sebagai Ancaman
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga telah bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan keduan...
Warga Asal Meksiko Mendapat Diskriminasi Saat Hendak Sewa Rumah di Australia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Viry, seorang warga asal Meksiko yang tinggal di Canberra, mulai ragu apakah dia harus mengungkapkan...
Dorothy, Perempuan Australia Berusia 107 Tahun yang Tak Khawatir Virus Corona
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perempuan berusia 107 tahun dan ibu dari 11 anak yang selamat dari perang dunia, flu Spanyol, dan De...
Mengapa Ada Orang yang Secara Sukarela Mau Terinfeksi Virus Corona?
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Robert Hatfield menawarkan diri kepada ilmuwan untuk menularkan COVID-19 kepadanya demi membantu pen...
John Chardon, Terpidana Kematian Istri Asal Surabaya Meninggal di Penjara Brisbane
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
John William Chardon (73), terpidana kasus kematian wanita asal Indonesia Novy Chardon, meninggal da...
Menikmati Kerja: Warga Indonesia di Australia yang Belum Pensiun di Usia 70 Tahun
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Sepuluh hari lagi, Sjahrir Laonggo akan meniup lilin ulang tahunnya ke-70, namun pria Indonesia yang...
Petani Australia Putus Asa, Mendesak Agar Backpacker Segera Didatangkan
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Kalangan petani dan pelaku usaha pariwisata Australia mendesak pemerintah untuk memperbolehkan peker...
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Ketika Elly, bukan nama sebenarnya, meninggalkan rumah di pinggiran kota Melbourne tempatnya berlind...
Ketika Sebagian Kita Harus Pensiun, Pensiun Dini, di-PHK di Tengah Pandemi
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Pandemi COVID-19 sudah menjungkirbalikkan keadaan dunia selama beberapa bulan terakhir, termasuk di ...
Pertama Kali Dalam Empat Bulan Tidak Ada Kasus Baru COVID-19 di Melbourne
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Negara bagian Victoria, Australia, hari Senin (26/10) melaporkan tidak ada kasus baru dan kematian a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV