Melbourne Diminta Tak Terburu-buru Longgarkan Lockdown Meski Penularan Menurun
Elshinta
Rabu, 23 September 2020 - 12:24 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Melbourne Diminta Tak Terburu-buru Longgarkan Lockdown Meski Penularan Menurun
ABC.net.au - Melbourne Diminta Tak Terburu-buru Longgarkan Lockdown Meski Penularan Menurun

Meskipun jumlah kasus baru COVID-19 di negara bagian Victoria, Australia, sudah membaik, namun pelonggaran lockdown hendaknya tidak dilakukan secara terburu-buru.

Peringatan itu dikemukakan pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Melbourne Profesor Tony Blakey, yang membantu pemerintah setempat membuat roadmap atau peta jalan menuju pelonggaran lockdown.

Berdasarkan roadmap tersebut, Victoria akan beralih ke Langkah Kedua pada 28 September, selama jumlah kasus baru tetap berada pada kisaran 30 hingga 50 kasus.

Jumlah kasus baru telah menurun, bahkan pada Senin kemarin (21/09) hanya ada 11 kasus dan hari Selasa ini (22/09) kasus baru tercatat 28 kasus.

Dengan demikian selama 12 hari berturut-turut, Victoria mencatatkan kasus baru di bawah 50 kasus per hari.

Khusus untuk wilayah metropolitan Melbourne, rata-rata kasus untuk 14 hari juga turun menjadi 32,8 pada hari Senin kemarin.

Profesor Blakely mengatakan angka kasus dalam beberapa hari ini "sangat menggembirakan".

"Sekarang kita berada di titik yang sangat baik dalam hal pelacakan," katanya kepada Radio ABC Melbourne.

Menteri Utama Victoria, Premier Daniel Andrews bersikap sangat berhati-hati terkait pelonggaran lockdown.

Menurut rencana, pada Langkah Kedua nanti, jam malam dan batasan bepergian dalam radius 5 kilometer tetap diberlakukan.

Penitipan anak dan pra sekolah akan dibuka kembali, begitu pula dengan kegiatan belajar tatap muka bagi murid kelas 2, peserta ujian akhir dan murid sekolah khusus di semester empat.

Langkah Ketiga dalam roadmap pelonggaran lockdown dijadwalkan pada 26 Oktober.

Langkah Ketiga akan diberlakukan bila rata-rata kasus baru dan kasus misterius dalam 14 hari tak lebih dari 5 kasus.

Bila hal itu tercapai, maka jam malam akan dicabut, pembatasan untuk meninggalkan rumah akan ditiadakan, dan maksimal 10 orang diizinkan berkumpul di luar rumah.

Menurut Prof Blakely, yang perlu diingat adalah harus ada jarak waktu sekitar tiga minggu antara langkah-langkah pelonggaran tersebut.

Meski sudah dimungkinkan untuk melonggarkan pembatasan ini lebih awal dari tanggal 28 September, namun Prof Blakey tidak menganjurkan hal itu.

Alternatif lainnya yaitu menerapkan Langkah Ketiga lebih awal.

"Jika kita longgarkan pada 28 September sesuai rencana, mungkin kita bisa majukan tahap berikutnya dari 26 Oktober ke 19 Oktober," katanya.

Prof Blakely juga mengatakan tak keberatan bila aturan radius 5 km dan jam malam ditiadakan.

Sementara pakar kesehatan masyarakat dsari Universitas Deakin Catherine Bennett menjelaskan, begitu pembatasan sosial dilonggarkan maka pelacakan kontak untuk setiap kasus harus semakin diperluas.

Ia mencontohkan sebuah klaster di pinggiran kota Melbourne yang berkembang menjadi 43 kasus setelah dilakukan pelacakan yang luas dalam tempo 48 jam.

Australia tak akan terapkan kekebalan massal

Sejumlah negara seperti Swedia mengambil pendekatan berbeda menghadapi penularan virus corona dengan menerapkan strategi kekebalan massal.

"Namun mereka harus membayar mahal (dengan tingginya kematian) untuk sampai ke tahap itu," kata Prof Blakely.

Kekebalan massal juga diterapkan di beberapa wilayah New York dan India.

Namun Prof Blakely mengatakan pihaknya tak akan menganjurkan strategi ini untuk Australia karena vaksin COVID-19 sendiri semakin dekat.

"Sangat gila untuk melakukan hal itu sekarang," katanya.

Dalam perkembangan lainnya, negara bagian New South Wales mencatat sejarah hari Selasa (22/09) tanpa adanya kasus baru COVID-19 dalam penularan di masyarakat.

Dari dua kasus baru yang ditemukan hari ini, keduanya berasal dari pendatang yang kini menjalani karantina di hotel.

Tak adanya kasus baru dari penularan dalam masyarakat ini terjadi tercapai untuk pertama kalinya sejak 8 Juli.

Sementara itu negara bagian Queensland mengumumkan akan segera membuka wilayah perbatasannya dengan New South Wales pada lebih banyak titik.

Hal ini dilakukan setelah Queensland mencatatkan tak ada kasus baru sejak kemarin, dan jumlah kasus aktif kini tinggal 16 kasus.

Meski titik perbatasan kedua negara bagian akan semakin banyak yang dibuka kembali, namun warga NSW yang ingin melintas ke Queensland tetap memerlukan surat jalan.

Artikel ini diproduksi oleh Farid M. Ibrahim dari berbagai sumber.

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Kunjungan PM Jepang ke Indonesia: China Anggap Sebagai Ancaman
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga telah bertemu dengan Presiden Indonesia Joko Widodo dan keduan...
Warga Asal Meksiko Mendapat Diskriminasi Saat Hendak Sewa Rumah di Australia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Viry, seorang warga asal Meksiko yang tinggal di Canberra, mulai ragu apakah dia harus mengungkapkan...
Dorothy, Perempuan Australia Berusia 107 Tahun yang Tak Khawatir Virus Corona
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perempuan berusia 107 tahun dan ibu dari 11 anak yang selamat dari perang dunia, flu Spanyol, dan De...
Mengapa Ada Orang yang Secara Sukarela Mau Terinfeksi Virus Corona?
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Robert Hatfield menawarkan diri kepada ilmuwan untuk menularkan COVID-19 kepadanya demi membantu pen...
John Chardon, Terpidana Kematian Istri Asal Surabaya Meninggal di Penjara Brisbane
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
John William Chardon (73), terpidana kasus kematian wanita asal Indonesia Novy Chardon, meninggal da...
Menikmati Kerja: Warga Indonesia di Australia yang Belum Pensiun di Usia 70 Tahun
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Sepuluh hari lagi, Sjahrir Laonggo akan meniup lilin ulang tahunnya ke-70, namun pria Indonesia yang...
Petani Australia Putus Asa, Mendesak Agar Backpacker Segera Didatangkan
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Kalangan petani dan pelaku usaha pariwisata Australia mendesak pemerintah untuk memperbolehkan peker...
Seruan Agar Australia Melindungi Perempuan Korban KDRT Pemegang Visa Sementara
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Ketika Elly, bukan nama sebenarnya, meninggalkan rumah di pinggiran kota Melbourne tempatnya berlind...
Ketika Sebagian Kita Harus Pensiun, Pensiun Dini, di-PHK di Tengah Pandemi
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Pandemi COVID-19 sudah menjungkirbalikkan keadaan dunia selama beberapa bulan terakhir, termasuk di ...
Pertama Kali Dalam Empat Bulan Tidak Ada Kasus Baru COVID-19 di Melbourne
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:25 WIB
Negara bagian Victoria, Australia, hari Senin (26/10) melaporkan tidak ada kasus baru dan kematian a...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV