Misteri Kematian Massal Ratusan Gajah di Afrika Terungkap
Elshinta
Rabu, 23 September 2020 - 12:29 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Misteri Kematian Massal Ratusan Gajah di Afrika Terungkap
DW.com - Misteri Kematian Massal Ratusan Gajah di Afrika Terungkap

Para pelindung lingkungan dan pemerintah di Botswana mengamati dengan cemas, misteri kematian massal gajah di kawasan reservasi alam Delta Okavango di utara Botswana mulai bulan Maret lalu. Lebih 330 ekor gajah mati di kawasan ini.

Pemerintah di Gaborone dan lembaga pelindung lingkungan ibaratnya menghidupkan alarm tanda bahaya. Secara bersama, mereka melakukan investigasi. Yang sudah pasti, kematian massal gajah ini bukan disebabkan perburuan liar, karena semua gading gajah masih utuh pada bangkai gajah. Juga opsi kematian keracunan anthrax sudah ditepis.

Setelah penelitian beberapa bulan, biang keroknya ditemukan. Yakni, racun yang diproduksi “cyanobacteria“ dalam sumber air yang diminum hewan ini, kemungkinan besar jadi penyebab kematian ratusan gajah di Botswana dan negara tetangga Zimbabwa di selatan Afrika.

Bagaimana bakteri meracuni gajah?

Bakteri dari phylum Cyanobacteria adalah organisme mikroskopis yang lazimnya terdapat dalam air dan terkadang dalam tanah. Beberapa jenis Cyanobacteria memproduksi racun yang menyerang saraf atau “neurotoxin“.

“Cyanobacteria berkembang biak amat cepat dalam sumber air minum gajah di kawasan bersangkutan. Dan tes yang kami lakukan mendeteksi racun saraf ini yang jadi penyebab kematian gajah“, ujar Mmadi Reuben, kepala bagian veteriner dari Department of Wildlife and National Parks Botswana kepada para wartawan.

“Namun masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Misalnya, mengapa hanya gajah yang mati? Mengapa hanya di area tersebut? Kami memiliki sejumlah hipotesa dan masih melakukan investigasi,“ tambah Reuben.

Kematian massal gajah di kawasan Delta Okavango berhenti akhir bulan Juni lalu, seiring dengan keringnya sumber-sumber air yang biasa diminum hewan berbelalai itu. Kematian massal gajah juga dilaporkan oleh Zimbabwe, negara tetangga Botswana.

Dampak perubahan iklim?

Para ilmuwan mengatakan tidak semua jenis cyanobacteria beracun. Namun mereka juga mengingatkan, justru varietas yang berbahaya buat manusia dan hewan berkembang biak makin cepat, dipicu oleh perubahan iklim sebagai dampak pemanasan global.

Sesuai laporan Intergovernmental Panel on Climate Change-IPCC temperatur di Afrika bagian selatan naik dua kali lipat dari laju kenaikan suhu global rata-rata.

Populasi gajah Afrika secara umum menurun tajam gara-gara perburuan liar. Namun Botswana mencatatakan kekecualian. Populasi gajah di negara ini, yang mencakup sekitar 30 persen dari keseluruhan gajah di benua Afrika, sebaliknya meningkat hingga mencapai 130.000 ekor.

Setelah temuan terbaru itu, pemerintah Botswana menyatakan, terus melanjutkan penelitian terkait munculnya bakteria memtikan itu. Di musim dingin, gajah biasanya memenuhi kebutuhan air terutama dengan memankan akar dan kulit pohon, khususnya pohon baobab.

as/hp (Reuters, AFP)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Apa yang Kita Pelajari dari Tikus Lucu Arktik ini?
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Benua Arktik di Kutub Utara terus mencair dan membawa perubahan muram pada ekosistem Bumi. Perkemban...
Meretas Tubuh dan Otak Sebagai bentuk Optimalisasi Melalui Biohacking dan Brainhacking
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
"Kami ingin menantang tubuh kami sehingga jadi lebih kuat.” Itulah yang diucapkan oleh Ma...
Laser: Juga Bisa untuk Pertanian
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Sinar laser memiliki banyak fungsi yang digunakan diberbagai bidang. Salah satunya industri perkapal...
Sistem Peringatan Dini Sokong Warga dan Lestarikan Gajah
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Sejak awal tahun 1970 kawasan di sebuah kota di India semakin padat penduduknya, akibatnya gajah ser...
Menemukan Perspektif Yang Belum Pernah Terlihat Sebelumnya
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Julian Charrière saat ini menjadi salah satu seniman paling sukses di Eropa. Karena dia seniman ist...
Serangan Teror di Paris Picu Diskusi Soal Islam di Prancis
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Pernyataan kecaman itu dibacakan saat Syeikh al-Tayeb berpidato di hadapan pemuka agama Kristen, Yah...
Akui Hak Berkeluarga Pasangan LGBT, Paus Fransiskus Imbau Dibuat UU Ikatan Sipil
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Paus Fransiskus mengeluarkan pernyataan dukungan paling eksplisit kepada pasangan homoseksual sejak ...
Pergulatan Prancis Melawan Islamisme  
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Akhir September lalu Prancis dikejutkan oleh serangan senjata tajam terhadap pejalan kaki di depan b...
Rasa Keadilan di Balik Sikap Paus Fransiskus Soal Ikatan Homoseksual
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Paus Fransiskus kembali membuat geger usai menyatakan dukungan atas ikatan sipil sebagai kerangka hu...
Ancaman Kepunahan Bahasa-bahasa Daerah di Indonesia
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:27 WIB
Bahasa adalah jati diri bangsa. Itu slogan lama yang sering didengungkan oleh para pamong praja atau...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV