AP: Banyak Pekerja Perkebunan Kelapa Sawit di Malaysia, Indonesia Alami Eksploitasi
Elshinta
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
AP: Banyak Pekerja Perkebunan Kelapa Sawit di Malaysia, Indonesia Alami Eksploitasi
VOA Indonesia - AP: Banyak Pekerja Perkebunan Kelapa Sawit di Malaysia, Indonesia Alami Eksploitasi
Penyelidikan yang dilakukan kantor berita Associated Press (AP) mendapati, banyak pekerja di Malaysia dan negara tetangganya Indonesia, yang terdiri dari jutaan pekerja dari beberapa negara termiskin di Asia, mengalami berbagai bentuk eksploitasi. Pelanggaran paling serius termasuk mempekerjakan buruh anak-anak, perbudakan langsung dan tuduhan-tuduhan pemerkosaan. Kedua negara itu diperkirakan menghasilkan sekitar 85 persen pasokan minyak sawit dunia bernilai sebesar $65 miliar. Minyak kelapa sawit hampir tidak mungkin dihindari. Minyak jenis itu di label sering disamarkan sebagai bahan yang terdaftar dengan lebih dari 200 nama, bisa didapati pada sekitar setengah produk di rak supermarket dan di sebagian besar merek kosmetik. Kandungan minyak kelapa sawit terdapat di cat, kayu lapis, pestisida, dan pil; juga di dalam pakan ternak, bahan bakar biologi, dan bahkan pembersih tangan. Saat ini kantor berita AP tengah mewawancarai lebih dari 130 pekerja dan mantan pekerja dari 24 perusahaan kelapa sawit yang berasal dari delapan negara dan bekerja di sebagian besar perkebunan di Malaysia dan Indonesia. Hampir semua mengeluh tentang perlakuan pengusaha kelapa sawit, sebagian mengatakan mereka ditipu, diancam, ditahan di luar keinginan mereka atau dipaksa membayar utang yang tidak dapat mereka lunasi. Lainnya mengatakan, mereka secara tetap diganggu oleh pihak berwenang, digerebek dan ditahan di bangunan pemerintah. [ps/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Belarus dan Rusia Dikabarkan akan Menanggapi Ancaman Eksternal Bersama
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo lewat ...
Infeksi Covid-19 di Eropa, AS Bertambah
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Infeksi virus corona terus merangkak di banyak bagian AS dan Eropa, sementara korban tewas di seluru...
Bentrokan Demonstran dan Pasukan Irak, Sedikitnya 39 Luka
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Sedikitnya 39 orang luka-luka ketika pasukan keamanan Irak bentrok dengan demonstran anti-pemerintah...
Zelenskiy dan Poroshenko Berikan Suara di TPS
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Warga Ukraina, Minggu (25/10), memberikan suara untuk pemilu lokal, yang dipandang sebagai uji coba ...
Redam Lonjakan Pandemi, Spanyol Berlakukan Jam Malam Nasional
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Minggu (25/10), mengumumkan status darurat kedua dan memberla...
Paus Umumkan 13 Kardinal Baru
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Paus Fransiskus, Minggu (25/10). mengumumkan 13 kardinal baru, termasuk Uskup Agung Washington DC Wi...
Atasi Pengaruh China, India Beri Kapal Selam untuk Myanmar
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
India telah memberikan kapal selam kepada Myanmar sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengaruh mi...
Jelang Sidang Khusus Parlemen, Demonstran Kembali Padati Pusat Kota
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Ribuan demonstran berkumpul di pusat perbelanjaan di Bangkok, Thailand, Minggu (25/10), setelah Perd...
Singapura Tangguhkan Dua Vaksin Flu Setelah Kematian di Korsel
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Singapura telah menghentikan sementara penggunaan dua vaksin influenza sebagai tindakan kewaspadaan....
Warga Taiwan Pawai, Tuntut Pembebasan 12 Demonstran Hong Kong
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Ratusan orang berpawai di Taipei, Ibu Kota Taiwan, Minggu (25/10). Mereka menuntut pembebasan 12 dem...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV