Pengunjuk Rasa Thailand Marah Setelah Parlemen Tunda Reformasi Konstitusi 
Elshinta
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pengunjuk Rasa Thailand Marah Setelah Parlemen Tunda Reformasi Konstitusi 
VOA Indonesia - Pengunjuk Rasa Thailand Marah Setelah Parlemen Tunda Reformasi Konstitusi 
Anggota parlemen Thailand, Kamis (24/9) menunda keputusan tentang reformasi konstitusi sehingga memicu kemarahan pengunjuk rasa di luar parlemen yang menuntut perubahan pada konstitusi yang disusun militer dan reformasi kerajaan yang tidak bisa tersentuh.  Anggota parlemen diharapkan memberikan suara untuk membentuk sebuah rancangan komite reformasi sebagai tanggapan atas gerakan pro-demokrasi yang sedang berkembang. Gerakan ini pekan lalu memobilisasi 30.000 demonstran, sebuah unjuk kekuatan terbesar di kerajaan itu sejak kudeta 2014.  Namun langkah pemungutan suara itu ditunda ketika partai yang berkuasa mengusulkan agar komite parlemen mempelajari lebih lanjut enam amandemen yang diusulkan.  Di antara lebih dari seribu pengunjuk rasa di luar parlemen, penyelenggara Tattep "Ford" Ruangprapaikitseree mengatakan pemerintah berusaha "mengulur waktu" dengan langkah tersebut. Ia mengatakan hal itu menunjukkan ketidaktulusan mereka terhadap rakyat Thailand dan tidak bisa diterima.  Para pengunjuk rasa berdiri di atas pagar untuk memasang stiker pro-demokrasi di puncak gerbang parlemen yang tertutup sementara penjaga keamanan mengawasi. Yang lainnya menyemprotkan cat stensil pada sebuah plakat yang dipasang selama protes akhir pekan di taman Sanam Luang yang bersejarah.  "Plakat Rakyat" itu kemudian dicabut oleh polisi. Plakat Itu merujuk pada sebuah plakat yang memperingati berakhirnya absolutisme kerajaan pada tahun 1932, yang hilang secara misterius tiga tahun lalu.  Raja Maha Vajiralongkorn duduk di puncak kekuasaan Thailand, didukung oleh militer kerajaan dan klan miliarder kerajaan. Keluarga kerajaan menikmati dukungan dari sebagian besar kaum konservatif yang lebih tua, puluhan di antaranya hari Rabu menuju parlemen untuk mengajukan petisi dengan 130.000 tanda tangan yang menentang perubahan konstitusi.  Raja yang sangat kaya itu menghabiskan sebagian besar waktunya di Eropa, tetapi menurut media setempat, hari Kamis ia berada di Bangkok untuk memperingati Hari Pangeran Mahidol, dan meletakkan karangan bunga di patung kakeknya. [my/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Belarus dan Rusia Dikabarkan akan Menanggapi Ancaman Eksternal Bersama
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo lewat ...
Infeksi Covid-19 di Eropa, AS Bertambah
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Infeksi virus corona terus merangkak di banyak bagian AS dan Eropa, sementara korban tewas di seluru...
Bentrokan Demonstran dan Pasukan Irak, Sedikitnya 39 Luka
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Sedikitnya 39 orang luka-luka ketika pasukan keamanan Irak bentrok dengan demonstran anti-pemerintah...
Zelenskiy dan Poroshenko Berikan Suara di TPS
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Warga Ukraina, Minggu (25/10), memberikan suara untuk pemilu lokal, yang dipandang sebagai uji coba ...
Redam Lonjakan Pandemi, Spanyol Berlakukan Jam Malam Nasional
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Minggu (25/10), mengumumkan status darurat kedua dan memberla...
Paus Umumkan 13 Kardinal Baru
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Paus Fransiskus, Minggu (25/10). mengumumkan 13 kardinal baru, termasuk Uskup Agung Washington DC Wi...
Atasi Pengaruh China, India Beri Kapal Selam untuk Myanmar
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
India telah memberikan kapal selam kepada Myanmar sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengaruh mi...
Jelang Sidang Khusus Parlemen, Demonstran Kembali Padati Pusat Kota
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Ribuan demonstran berkumpul di pusat perbelanjaan di Bangkok, Thailand, Minggu (25/10), setelah Perd...
Singapura Tangguhkan Dua Vaksin Flu Setelah Kematian di Korsel
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Singapura telah menghentikan sementara penggunaan dua vaksin influenza sebagai tindakan kewaspadaan....
Warga Taiwan Pawai, Tuntut Pembebasan 12 Demonstran Hong Kong
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Ratusan orang berpawai di Taipei, Ibu Kota Taiwan, Minggu (25/10). Mereka menuntut pembebasan 12 dem...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV