AS Kecam WHO di Dewan Keamanan PBB 
Elshinta
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
AS Kecam WHO di Dewan Keamanan PBB 
VOA Indonesia - AS Kecam WHO di Dewan Keamanan PBB 
Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Partai Komunis China dalam pidatonya di Dewan Keamanan PBB pada hari Kamis.  Kelly Craft, Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan "Organisasi Kesehatan Dunia selama bertahun-tahun dianggap sebagai pusat ilmu pengetahuan di atas politik, data melebihi bias. Itulah mengapa Amerika selalu menjadi pemberi dana tunggal terbesar. Reputasi itu sekarang hancur berantakan setelah WHO membantu kampanye China untuk tidak bekerja sama, dan berbohong kepada dunia."  Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa itu juga mengatakan pada masa mendatang, masyarakat internasional harus menempatkan akuntabilitas dan transparansi sebagai pusat dari upaya untuk mengatasi ancaman terhadap kesehatan global.  Ia juga menjelaskan kurangnya kemandirian, transparansi, dan akuntabilitas adalah alasan mengapa Presiden Trump membuat keputusan Amerika menarik diri dari WHO dan mengapa AS terus menyerukan reformasi organisasi itu sementara AS mengalihkan sumber daya kesehatan global untuk mendukung mitra-mitra dan negara-negara lainnya yang lebih kredibel.  Ia mengatakan hanya Partai Komunis China yang bisa menjelaskan asal dan penyebaran virus itu.  Pidato Kraft itu disampaikan beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump menyerang China terkait virus corona dalam pidatonya di Sidang umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. [my/lt]
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Belarus dan Rusia Dikabarkan akan Menanggapi Ancaman Eksternal Bersama
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan kepada Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo lewat ...
Infeksi Covid-19 di Eropa, AS Bertambah
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Infeksi virus corona terus merangkak di banyak bagian AS dan Eropa, sementara korban tewas di seluru...
Bentrokan Demonstran dan Pasukan Irak, Sedikitnya 39 Luka
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Sedikitnya 39 orang luka-luka ketika pasukan keamanan Irak bentrok dengan demonstran anti-pemerintah...
Zelenskiy dan Poroshenko Berikan Suara di TPS
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Warga Ukraina, Minggu (25/10), memberikan suara untuk pemilu lokal, yang dipandang sebagai uji coba ...
Redam Lonjakan Pandemi, Spanyol Berlakukan Jam Malam Nasional
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Minggu (25/10), mengumumkan status darurat kedua dan memberla...
Paus Umumkan 13 Kardinal Baru
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Paus Fransiskus, Minggu (25/10). mengumumkan 13 kardinal baru, termasuk Uskup Agung Washington DC Wi...
Atasi Pengaruh China, India Beri Kapal Selam untuk Myanmar
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
India telah memberikan kapal selam kepada Myanmar sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengaruh mi...
Jelang Sidang Khusus Parlemen, Demonstran Kembali Padati Pusat Kota
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Ribuan demonstran berkumpul di pusat perbelanjaan di Bangkok, Thailand, Minggu (25/10), setelah Perd...
Singapura Tangguhkan Dua Vaksin Flu Setelah Kematian di Korsel
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Singapura telah menghentikan sementara penggunaan dua vaksin influenza sebagai tindakan kewaspadaan....
Warga Taiwan Pawai, Tuntut Pembebasan 12 Demonstran Hong Kong
Senin, 26 Oktober 2020 - 11:26 WIB
Ratusan orang berpawai di Taipei, Ibu Kota Taiwan, Minggu (25/10). Mereka menuntut pembebasan 12 dem...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV