Cina dan AS Saling Menyalahkan dalam Sidang Umum PBB
Elshinta
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Cina dan AS Saling Menyalahkan dalam Sidang Umum PBB
DW.com - Cina dan AS Saling Menyalahkan dalam Sidang Umum PBB

Perwakilan Cina dan Amerika Serikat (AS) saling beradu mulut terkait isu pandemi virus corona, dalam sidang umum virtual PBB pada Kamis (24/09) waktu setempat.

Pernyataan dari kedua belah pihak tersebut terjadi tepat setelah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berbicara tentang minimnya kerja sama internasional untuk membendung ancaman COVID-19.

Dua hari sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dalam pidatonya menuntut Cina bertanggung jawab karena telah menyebarkan "wabah" ke seluruh dunia.

Kesenjangan semakin dalam

Pada akhir pertemuan virtual dengan anggota Dewan Keamanan PBB yang membahas Tata Kelola Global Pasca COVID-19, Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi menyinggung negara-negara, termasuk AS, yang memilih untuk tidak memproduksi vaksin menjadi kebutuhan publik global.

Utusan tertinggi Cina itu juga menekankan pentingnya kerja sama pembuatan vaksin dan kepentingan untuk mengutamakan "masa depan umat manusia".

Duta Besar AS untuk PBB Kelly Craft membalas, dengan mengatakan: "saya sebenarnya sangat malu dengan Dewan ini, anggota Dewan yang mengambil kesempatan ini untuk fokus pada dendam politik daripada masalah kritis yang ada. Ya ampun."

Craft menambahkan bahwa anggota dewan perlu "bekerja sama dalam transparansi dan beritikad baik.''

"Saya harus mengatakan, cukup sudah cukup. Anda telah menciptakan cukup banyak masalah bagi dunia," kata Duta Besar Cina untuk PBB Zhang Jun, meskipun utusan AS telah pergi pada saat ia berbicara.

"Dengan teknologi dan sistem medis paling canggih di dunia, mengapa AS memiliki kasus infeksi dan kematian akibat COVID-19 paling banyak?" Zhang bertanya dalam konferensi video yang dihadiri oleh beberapa pemimpin dunia.

Zhang mendesak AS untuk berperilaku seperti negara dengan kekuatan besar, dan menambahkan bahwa AS "benar-benar terisolasi".

Percakapan tajam tersebut mencerminkan perpecahan yang dalam, antara dua negara paling berpengaruh ketika dunia terus bergulat dengan wabah virus corona yang berasal dari Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019.

ha/hp (afp/ap)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Meretas Tubuh dan Otak Sebagai bentuk Optimalisasi Melalui Biohacking dan Brainhacking
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
"Kami ingin menantang tubuh kami sehingga jadi lebih kuat.” Itulah yang diucapkan oleh Ma...
Laser: Juga Bisa untuk Pertanian
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Sinar laser memiliki banyak fungsi yang digunakan diberbagai bidang. Salah satunya industri perkapal...
Sistem Peringatan Dini Sokong Warga dan Lestarikan Gajah
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Sejak awal tahun 1970 kawasan di sebuah kota di India semakin padat penduduknya, akibatnya gajah ser...
Menemukan Perspektif Yang Belum Pernah Terlihat Sebelumnya
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Julian Charrière saat ini menjadi salah satu seniman paling sukses di Eropa. Karena dia seniman ist...
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
Phillis Wheatley Merdeka dari Perbudakan Berkat Kepiawaian Berpuisi
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Anak perempuan berkulit hitam itu usianya diperkirakan baru sekitar tujuh atau delapan tahun ketika ...
Cuci Tangan Sebagai Ritual Keagamaan
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Dalam masa pandemi Covid-19, mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh merupakan salah satu langk...
Ilmuwan: Hutan Yang Asri Adalah Solusi Atasi Kemiskinan 
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Satu dari sepuluh orang di dunia hidup di dalam kemiskinan ekstrim. Nasib mereka kian runyam selama ...
Purnawirawan dan Candu Kekuasaan: Catatan Atas Manuver Gatot Nurmantyo
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Gatot Nurmantyo (Akmil 1982) terus berikhtiar mencari jalan menuju kekuasaan. Segala cara dia tempuh...
Tajuk: Dialog Antaragama Semakin Relevan
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Ironisnya justru Arab Saudi, negeri yang mengabaikan hak sipil, membatasi kebebasan beragama dan ber...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV