Gagal Tangkal Ekstrem Kanan, Menteri Pertahanan Jerman Pecat Direktur Intelijen Militer
Elshinta
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Gagal Tangkal Ekstrem Kanan, Menteri Pertahanan Jerman Pecat Direktur Intelijen Militer
DW.com - Gagal Tangkal Ekstrem Kanan, Menteri Pertahanan Jerman Pecat Direktur Intelijen Militer

Menteri pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer membebastugaskan Direktur Badan Intelijen Militer, MAD Christof Gramm mulai 1 Oktober, kata Kementerian Pertahanan dalam sebuah pernyataan yang dirilis di Berlin, Kamis (24/9).

Menteri Pertahanan telah memutuskan "dengan persetujuan yang bersangkutan untuk membebaskan Christof Gramm dari perannya mulai bulan mendatang," kata seorang juru bicara kementerian. "Penggantinya akan segera diputuskan," tambahnya.

Menhan Annegret Kramp-Karrenbauer diberitakan berkunjung ke markas MAD di Köln hari Kamis dan berbicara panjang lebar dengan Christof Gramm.

Ekstrem kanan di militer Jerman

Pengamat menilai langkah tersebut sebagai upaya Menteri Pertahanan mendorong reformasi di tubuh badan intelijen miiter, setelah serangkaian skandal yang melibatkan ekstremis sayap kanan di militer Jerman, Bundeswehr, terungkap.

Beberapa insiden dalam beberapa bulan terakhir menimbulkan kekhawatiran tentang pengaruh ekstrem kanan dan pandangan neo-Nazi di Bundeswehr. Bulan Juni lalu, Menteri Pertahanan Annegret Kramp-Karrenbauer mengumumkan pembubaran satu unit di pasukan elit militer, KSK, karena masalah ekstrimisme sayap kanan di jajarannya.

Seorang kapten KSK sebelumnya menulis surat kepada Menteri Pertahanan dan menuduh instruktur dan komando senior di unit KSK mengembangkan "budaya beracun" dengan slogan-slogan dan ritual neo-Nazi.

Pada bulan Mei, polisi menyita senjata, bahan peledak dan amunisi selama penggerebekan di rumah seorang anggota KSK.

MAD dianggap gagal menangkal Neo-Nazi

Lahir tahun 1958, Christof Gramm dari partai CDU mengepalai MAD sejak 2015. Salah satu tugas utama Militärischer Abschirmdienst, disingkat MAD, adalah memantau kecenderungan ekstremis dalam pasukan dan mengungkap orang-orang yang terlibat atau kemungkinan adanya jaringan. Namun MAD belakangan dituduh tidak menggunakan semua kemungkinan intelijen untuk menangkal ekstrem kanan dan neo-Nazi di militer.

Tahun 2017, seorang anggota militer Franco A. ditangkap, setelah dia berhasil menyamar sebagai pengungsi Suriah dan menerima bantuan pengungsi dari pemerintah Jerman. Menurut penyelidikan, Franco A. bermaksud melakukan serangan teror mematikan, yang nantinya disangkakan kepada pengungsi Suriah.

Wakil Ketua Fraksi Partai Hijau, Konstantin von Notz mengatakan, mengingat insiden ekstremisme kanan baru-baru ini, perubahan di pucuk pimpinan MAD memang "tidak bisa dihindari". Dia mengatakan, pengganti Christof Gramm sekarang harus segera ditemukan.

hp/gtp (dpa, rtr)

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Meretas Tubuh dan Otak Sebagai bentuk Optimalisasi Melalui Biohacking dan Brainhacking
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
"Kami ingin menantang tubuh kami sehingga jadi lebih kuat.” Itulah yang diucapkan oleh Ma...
Laser: Juga Bisa untuk Pertanian
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Sinar laser memiliki banyak fungsi yang digunakan diberbagai bidang. Salah satunya industri perkapal...
Sistem Peringatan Dini Sokong Warga dan Lestarikan Gajah
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Sejak awal tahun 1970 kawasan di sebuah kota di India semakin padat penduduknya, akibatnya gajah ser...
Menemukan Perspektif Yang Belum Pernah Terlihat Sebelumnya
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Julian Charrière saat ini menjadi salah satu seniman paling sukses di Eropa. Karena dia seniman ist...
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
Phillis Wheatley Merdeka dari Perbudakan Berkat Kepiawaian Berpuisi
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Anak perempuan berkulit hitam itu usianya diperkirakan baru sekitar tujuh atau delapan tahun ketika ...
Cuci Tangan Sebagai Ritual Keagamaan
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Dalam masa pandemi Covid-19, mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh merupakan salah satu langk...
Ilmuwan: Hutan Yang Asri Adalah Solusi Atasi Kemiskinan 
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Satu dari sepuluh orang di dunia hidup di dalam kemiskinan ekstrim. Nasib mereka kian runyam selama ...
Purnawirawan dan Candu Kekuasaan: Catatan Atas Manuver Gatot Nurmantyo
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Gatot Nurmantyo (Akmil 1982) terus berikhtiar mencari jalan menuju kekuasaan. Segala cara dia tempuh...
Tajuk: Dialog Antaragama Semakin Relevan
Rabu, 21 Oktober 2020 - 10:19 WIB
Ironisnya justru Arab Saudi, negeri yang mengabaikan hak sipil, membatasi kebebasan beragama dan ber...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV