Pengadilan Jerman Batalkan Larangan Azan di Masjid
Elshinta
Jumat, 25 September 2020 - 12:49 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pengadilan Jerman Batalkan Larangan Azan di Masjid
DW.com - Pengadilan Jerman Batalkan Larangan Azan di Masjid

Pengadilan di Münster, Jerman pada hari Rabu (23/09) memutuskan bahwa masjid di Oer-Erkenschwick diizinkan kembali untuk menyuarakan azan. Keputusan itu diambil oleh pengadilan yang lebih tinggi dari pengadilan sebelumnya yang mengabulkan sebuah gugatan atas kasus yang terjadi di Kota Oer-Erkenschwick, negara bagian Nordrhein-Westfallen.

"Setiap masyarakat harus menerima bahwa kita harus memahami orang lain dalam menjalankan keyakinan mereka," kata hakim ketua, Annette Kleinschnittger.

Keputusan pengadilan sebelumnya telah memerintahkan masjid untuk menghentikan azan pada tahun 2018, setelah pasangan Kristen yang tinggal sekitar satu kilometer dari masjid, mengajukan keluhan.

Hak dan kebebasan beragama

Argumentasi yang disampaikan penggugat mengutip undang-undang kebebasan beragama negatif, mengenai hak untuk terhindar dari ekspresi keyakinan lainnya.

Namun pengadilan di Münster menemukan bagian dari undang-undang tentang kebebasan beragama tersebut, bahwa yang dimaksudkan bukan seperti yang disampaikan penggugat. Menurut pengadilan inti dari undang-undang itu adalah berusaha melindungi individu dari pemaksaan untuk untuk terlibat dalam ritual keagamaan yang bertentangan dengan kehendak mereka.

Apa keluhan terhadap azan?

Keluhan pasangan yang tinggal di sekitar masjid itu lebih berfokus pada konten dari yang disampaikan oleh muazin, ketimbang persoalan kebisingan, demikian pengacara pasangan itu menjelaskan dengan menambahkan bahwa hal itu "tidak bisa dibandingkan dengan dentang lonceng di gereja-gereja".

Sebelum dicabut izinnya, masjid di kota itu biasa melakukan azan selama dua menit, seminggu sekali. Mereka diberi izin untuk azan dengan menggunakan pengeras suara, maksimal 15 menit. Masjid ini dikelola oleh DITIB, kelompok payung Islam terbesar yang beroperasi di Jerman yang mewadahi 900 masjid. Banyak para imamnya dididik, dibiayai dan dikirim oleh pemerintah Turki. Kelompok itu berada dalam pengawasan badan intelijen domestik.

Pengadilan Administratif Gelsenkirchen, yang mencabut izin masjid itu pada tahun 2018, menyatakan dalam putusannya bahwa pejabat setempat hanya mempertimbangkan tingkat kebisingan dan bahwa pihak masjid belum berkonsultasi dengan baik dengan lingkungan sekitar terkait penerimaan sosial atas suara azan tersebut. Namun putusan awal itu juga tidak setuju bahwa azan dianggap melanggar kebebasan beragama bagi yang mendengarnya.

ap/vlz(kna/dpa)



Muazin di sebuah masjid di Oer-Erkenschwick diizinkan untuk terus mengumandangkan azan. Keputusan itu diambil pengadilan yang lebih tinggi dari pengadilan sebelumnya yang memutuskan larangan azan.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:55 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
Gen Neanderthal Bisa Tingkatkan Risiko Gejala Parah COVID-19
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:55 WIB
Faktor risiko besar untuk mengalami gejala sakit parah COVID-19 adalah klaster gen yang diwarisi dar...
Habitat Pinguin di Ujung Dunia Terancam Sampah Plastik
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:55 WIB
500 tahun lalu, Ferdinand Magellan adalah orang Eropa pertama yang melayari lokasi paling selatan di...
Nobel Kedokteran 2020 Untuk Temuan Virus Hepatitis C
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:55 WIB
Harvey Alter, Michael Houghton and Charles Rice dianugerahi hadiah Nobel Kedokteran untuk prestasi m...
Riset Lubang Hitam Raih Penghargaan Nobel Fisika 2020
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:55 WIB
Roger Penrose mendapat setengah dari hadiah Nobel Fisika 2020 buat temuannya berupa metode matematik...
Sri Tunruang Menanti Pengakuan dan Penegakan Kebenaran
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:55 WIB
Sebuah petang yang hangat di akhir bulan Agustus 2020, Sri Tunruang, aktivis asal Indonesia yang ber...
Kereta Mewah Orient Express, Lewati Kota-kota Cantik Eropa
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:55 WIB
Tepat pada 4 Oktober 1883, kereta mewah legendaris Orient Express memulai perjalanan perdananya. Saa...
Opini: Sebuah Naskah Unik Di Masa Yang Ganjil 
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:55 WIB
Tidak sepatah kata pun Ensiklik Kepausan terbaru mengulas pelecehan seksual dan kultur klerikalisme,...
Pelecehan Online terhadap Perempuan Mendorong Mereka Keluar dari Medsos
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:54 WIB
Dalam dunia virtual di masa ini, banyak anak dan remaja perempuan yang dilecehkan serta mengalami Ke...
Sukacita, Hampir Tak Percaya dan Bersyukur: Perasaan Campur Aduk Jemaah Kembali Umrah
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:54 WIB
Umat muslim mengenakan masker dan menjaga jarak saat menjalankan ibadah umrah di kota suci Mekkah, A...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV