Pemerintah Datangkan 30 Juta Dosis Vaksin Corona, Pengamat: Masyarakat Akan Kembali Beraktivitas Normal
Elshinta
Selasa, 13 Oktober 2020 - 15:53 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Pemerintah Datangkan 30 Juta Dosis Vaksin Corona, Pengamat: Masyarakat Akan Kembali Beraktivitas Normal
DW.com - Pemerintah Datangkan 30 Juta Dosis Vaksin Corona, Pengamat: Masyarakat Akan Kembali Beraktivitas Normal

Pemerintah Indonesia hingga kuartal keempat 2020 sedang menyiapkan 271,3 juta dosis vaksin corona untuk diberikan kepada masyarakat. Sebanyak 30 juta dosis vaksin diharapkan sudah bisa disediakan di akhir tahun ini.

Rencananya distribusi vaksin akan dimulai pada bulan November 2020. Vaksin tersebut berasal dari perusahaan asal Cina, Cansino, Sinovac, dan Sinopharm.

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah saat ini juga tengah menjalin kesepakatan dengan perusahaan farmasi asal Inggris AstraZeneca, dalam pengadaan 100 juta dosis vaksin corona.

“Sekarang sedang berangkat Menteri Kesehatan, Menteri Luar Negeri, Menteri BUMN untuk mempersiapkan 50 juta (dosis) yang dipesan pertama dan dibayar,“ ujar Airlangga dalam konferensi pers virtual yang disiarkan saluruan YouTube BNPB, Senin (12/10) siang.

Di sisi lain pemerintah dan PT Bio Farma juga terus mengembangkan 160 juta dosis vaksin virus corona. Hal ini mengingat banyaknya negara tengah berlomba-lomba mendapatkan vaksin virus corona.

“Pengadaan vaksin kita harus secured karena 215 (negara) ini semua mengejar vaksin. Sehingga kita sudah secured untuk 160 juta, dosisnya dua kali,“ jelas Ketua KPC-PEN ini.

Perlu 320 juta dosis

Vaksin anti-corona itu nantinya akan diberikan sesuai dengan prioritas yang telah disiapkan pemerintah.

“Yang pertama di garda terdepan itu terdiri dari tenaga medis dan paramedis, kemudian pelayanan kesehatan termasuk TNI, Polri, dan aparat hukum. Itu jumlahnya sekitar 3,5 juta orang,” papar Airlangga.

Kemudian kelompok lainnya adalah tokoh masyarakat, tokoh agama, perangkat daerah yang berjumlah sekitar 5 juta orang; tenaga pendidik mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta sekitar 4,3 juta orang; aparatur negara sekitar 2,3 juta orang; penerima bantuan pembayaran iuran BPJS sekitar 96 juta orang; dan terakhir masyarakat kelompok umur 19-59 tahun sekitar 57 juta orang.

“Totalnya ada 160 juta, berdasarkan vaksin yang ada perlu dua dosis jadi jumlahnya 320 juta. Terhadap kebutuhan itu pemerintah sedang membuat semacam MoU atau pengikatan untuk jumlah tersebut,” kata Airlangga.

Mendapatkan kehidupan normal kembali

Masuknya vaksin ke Indonesia dinilai menjadi tiket bagi masyarakat untuk "mendapatkan kehidupan normalnya kembali." Pengamat sosial dari Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati, mengatakan dengan ditemukannya vaksin mendorong kepercayaan diri masyarakat untuk beraktivitas layaknya sebelum masa pandemi.

"Masyarakat akan betul-betul merasakan kemanusiaannya kembali, yaitu beraktivitas sebagaimana biasanya sebelum masa pandemi dengan penuh kepercayaan diri karena sudah didukung dengan vaksin - yang artinya dipercaya sebagai satu hasil dari kesepakatan suatu kelompok ilmiah," ujar Devie saat dihubungi DW Indonesia, Senin (12/10).

Meski begitu, Devie berpendapat selepas dari proses vaksinasi yang dilakukan, akan ada kegiatan-kegiatan yang tetap dilakukan masyarakat Indonesia dengan mengadaptasi kebiasaan baru. Hal ini menurutnya tidak terlepas dari peran kemajuan teknologi.

"Misalnya work from home atau work from office untuk sebagian kantor itu bisa jadi pilihan yang tidak lagi mengagetkan baik bagi sistem di kantor itu sendiri maupun karyawannya," kata Devie.

"Ada transformasi-transformasi gaya hidup. Belanja, konsumsi, sekarang orang sudah mulai merasakan nyamannya dengan belanja online," Devie menambahkan.

Pertanyakan efektivitas dan keamanan

Sementara itu, epidemiolog Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono, mempertanyakan tingkat efektivitas dan keamanan dari vaksin yang akan didistribusikan ke Indonesia. Menurutnya saat ini vaksin masih dalam tahap uji klinis dan belum ada bukti ilmiah bahwa vaksin berhasil diproduksi.

“Apakah yakin bahwa vaksin ini efektif dan aman? Mana bukti ilmiahnya? Itu kan tidak pernah dibicarakan secara terbuka,” ujar Pandu saat dihubungi DW Indonesia, Senin (12/10).

“Yang bicara kan malah orang-orang bukan ilmu kesehatan, Kemenko Maritim, (menteri) Airlangga…Kita dunia kesehatan harus diajak bicara. Tidak bisa dipaksakan, memangnya (vaksin) ini efektif dan aman? Memang tidak ada efek samping? Mana studinya? Mana hasilnya?“ sambung Pandu.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi pada Senin (12/10) disebutkan, sampai saat ini proses pengembangan vaksin dari perusahaan Cansino, Sinovac, dan Sinopharm sudah masuk tahap akhir uji klinis tahap ke-3 dan dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara.

Vaksinasi bantu pertumbuhan ekonomi

Lebih lanjut Airlangga pun optimis dengan masuknya vaksin ke Indonesia akan turut mengawal pertumbuhan ekonomi mencapai 4,5 sampai 5,5 persen pada tahun 2021 mendatang.

“Belajar dari berbagai resesi dan juga krisis, ekonomi itu akan membaik pada saat sains dan teknologi sudah bekerja. Dalam hal ini tentu vaksinasi dimulai bertahap sehingga optimisme timbul dan permintaan naik,” imbuh Airlangga.

Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini meyakinkan bahwa vaksin corona yang nanti akan diberikan halal untuk digunakan.

“Sudah dibahas dengan MUI dan insyaallah karena untuk pandemi COVID insyaallah semuanya halal, halalan thoyyiban,” pungkasnya.

rap/as

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
World Cities Day: Upaya Kota-kota Dunia Atasi Perubahan Iklim
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Jumlah orang yang tinggal di perkotaan diperkirakan akan membengkak pada dekade mendatang, menambah ...
Bernyanyi Jadi Berbahaya di Zaman COVID-19?
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Di sebuah studio di kota München, sebuah tim melakukan penelitian terhadap kandungan virus COVID-19...
Amsterdam Ingin Wujudkan Ekonomi Sirkuler
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Ibukota Belanda, Amsterdam berusaha mewujudkan ekonomi sirkuler hingga tahun 2050. Jadi upaya pengur...
Surga Unik di Siprus
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Bangunan mewah dan berwarna-warni di dekat Limassol, Siprus ini adalah karya seorang seniman lokal b...
Perempuan Diimbau Aktif Redakan Kebencian Lewat Dialog 
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Dialog menutup pintu kebencian, begitulah salah satu kesimpulan akhir yang dibahas selama konferensi...
Hegel, Filsuf Jerman Sumber Inspirasi Karl Marx
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Georg Wilhelm Friedrich Hegel, adalah salah satu pemikir paling terkenal dari Jerman Ia percaya bahw...
Irak: Tatkala Upacara Pemakaman Dipindahkan ke Facebook Selama Pandemi Corona 
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Ketika infeksi COVID-19 meningkat ke level yang mengkhawatirkan di Irak, komunitas-komunitas muslim ...
Ini Yang Dikatakan Obama Tentang Angela Merkel Dalam Buku Terbarunya
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Dalam buku memoar terbarunya yang dirilis Selasa (17/11),mantan presiden AS Barack Obama menyebut An...
“Universitas Jihad“ Pakistan Berbangga atas Alumninya
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Maulana Yousaf Shah tersenyum lebar saat dia menyebutkan daftar mantan siswa yang kini telah menjadi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV