Sukacita, Hampir Tak Percaya dan Bersyukur: Perasaan Campur Aduk Jemaah Kembali Umrah
Elshinta
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:54 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Sukacita, Hampir Tak Percaya dan Bersyukur: Perasaan Campur Aduk Jemaah Kembali Umrah
DW.com - Sukacita, Hampir Tak Percaya dan Bersyukur: Perasaan Campur Aduk Jemaah Kembali Umrah

Umat muslim mengenakan masker dan menjaga jarak saat menjalankan ibadah umrah di kota suci Mekkah, Arab Saudi. Ribuan jemaah memasuki Masjidilharam untuk beribadah.

"Ada perasaan istimewa tatkala situs suci telah membuka pintunya lagi," ujar peziarah asal Mesir, Mohammed Raafat, sebagaimana dikutip dari AFP.

"Kami hidup dalam mimpi buruk yang menyedihkan karena tidak melihat situs suci selama berbulan-bulan," tambahnya.

Ibadah umrah yang biasanya menarik jutaan umat Islam dari seluruh dunia setiap tahunnya, sempat ditangguhkan mulai Maret lalu, akibat pandemi corona.

Diselenggarakan secara bertahap

Kini ibadah umrah diselenggarakan kembali dalam tiga tahap. Menteri Urusan Haji Arab Saudi, Mohammad Benten mengatakan, pada tahap pertama sebanyak 6.000 jemaah per hari akan diizinkan untuk melakukan umrah "secara cermat dan dalam jangka waktu tertentu".

"Dalam suasana iman dan dengan hati yang penuh keyakinan ... jemaah gelombang pertama memulai ibadah sesuai dengan standar tindakan pencegahan yang ditetapkan," kata kementerian haji Arab Saudi di akun Twitter-nya.

“Serangkaian tindakan pencegahan telah diadopsi untuk menangkal wabah apa pun”, demikian menurut media pemerintah.

Dilansir dari AFP; protokol kesehatan yang dterapkan antara lain: Hajar Aswad yang dihormati di sudut timur Kakbah di masa pandemi ini masih dilarang untuk disentuh.

Masjidilharam harus disterilkan sebelum dan sesudah setiap kelompok jemaah menunaikan ibadah.

“Setiap kelompok yang terdiri dari 20 atau 25 peziarah akan didampingi oleh petugas kesehatan dan tim medis yang bersiaga turun tangan jika terjadi keadaan darurat”, upapar menteri haji Benten.

Sensor suhu tubuh telah dipasang untuk mengukur temperatur tubuh para jemaah, kata pihak berwenang Mekkah.

Keselamatan, kenyamanan dan kesehatan para peziarah adalah prioritas kerajaan, ujar presiden umum untuk urusan masjid Arab Saudi, dengan menyebut para peziarah sebagai "tamu Allah".

Menyaksikan dalam keharuan

Seorang penduduk Mekkah, Thoraya Abdulgaffar Abulshakour setengah tak percaya melihat Kakbah kembali dikelilingi oleh jemaah yang tengah melaksanakan ibadah umrah. Ia dan keluarga biasa mengunjungi Masjidilharam untuk salat. Namun sejak pandemi COVID-19 merebak, mereka tak bisa lagi leluasa melakukannya.

Saat pemerintah Arab Saudi membuka kembali ibadah umrah, Thoraya Abdulgaffar Abulshakour mendaftar bersama sang putra. "Saya sangat ingin mengunjungi masjid, dan air mata saya mengalir setiap kali saya melihat di TV. Pandemi menyebar dan menghalangi kami melakukan banyak hal.

Pandemi telah menutup masjid kami dan merenggut keluarga kami, masjid ditutup sementara demi untuk melindungi keselamatan kami. Pemimpin kami yang bijaksana memiliki peran yang besar, dan kami bangga hidup di negara yang mengutamakan keselamatan warga dan penduduk di atas segalanya," ujar Thoraya seperti dikutip dari ArabNews.

Lahir dan dibesarkan di Arab Saudi, Saleh Mohammed Hajj, seorang warga negara Pakistan yang tinggal di Mekkah menjadi salah satu dari sedikit orang yang diizinkan memasuki Masjidilharam pada hari pertama.

Dia merasa beruntung tinggal di negara di mana kesehatan dan keselamatan warga diutamakan. “Ini terbukti dari cara pemerintah Saudi menangani pandemi,” katanya. “Dan hari ini, kami melihat tindakan dan bagaimana organisasinya (bekerja) dengan tujuan untuk melindungi kesehatan orang dan memastikan keselamatan warga.”

Dikutip dari ArabNews, calon peserta ibadah umrah, dapat mendaftar di aplikasi Eatmarna dan mendapatkan akses memilih tanggal serta waktu untuk umrah.

ap/as (afp, arabnews)



Setelah tujuh bulan tertangguhkan akibat pandemi virus corona, pihak berwenang Arab Saudi telah mengizinkan kembali ibadah umrah dengan memperhatikan protokol kesehatan.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
World Cities Day: Upaya Kota-kota Dunia Atasi Perubahan Iklim
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Jumlah orang yang tinggal di perkotaan diperkirakan akan membengkak pada dekade mendatang, menambah ...
Bernyanyi Jadi Berbahaya di Zaman COVID-19?
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Di sebuah studio di kota München, sebuah tim melakukan penelitian terhadap kandungan virus COVID-19...
Amsterdam Ingin Wujudkan Ekonomi Sirkuler
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Ibukota Belanda, Amsterdam berusaha mewujudkan ekonomi sirkuler hingga tahun 2050. Jadi upaya pengur...
Surga Unik di Siprus
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Bangunan mewah dan berwarna-warni di dekat Limassol, Siprus ini adalah karya seorang seniman lokal b...
Perempuan Diimbau Aktif Redakan Kebencian Lewat Dialog 
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Dialog menutup pintu kebencian, begitulah salah satu kesimpulan akhir yang dibahas selama konferensi...
Hegel, Filsuf Jerman Sumber Inspirasi Karl Marx
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Georg Wilhelm Friedrich Hegel, adalah salah satu pemikir paling terkenal dari Jerman Ia percaya bahw...
Irak: Tatkala Upacara Pemakaman Dipindahkan ke Facebook Selama Pandemi Corona 
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Ketika infeksi COVID-19 meningkat ke level yang mengkhawatirkan di Irak, komunitas-komunitas muslim ...
Ini Yang Dikatakan Obama Tentang Angela Merkel Dalam Buku Terbarunya
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Dalam buku memoar terbarunya yang dirilis Selasa (17/11),mantan presiden AS Barack Obama menyebut An...
“Universitas Jihad“ Pakistan Berbangga atas Alumninya
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Maulana Yousaf Shah tersenyum lebar saat dia menyebutkan daftar mantan siswa yang kini telah menjadi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV