Kereta Mewah Orient Express, Lewati Kota-kota Cantik Eropa
Elshinta
Kamis, 15 Oktober 2020 - 13:55 WIB | Penulis : Mitra Elshinta Feeder
Kereta Mewah Orient Express, Lewati Kota-kota Cantik Eropa
DW.com - Kereta Mewah Orient Express, Lewati Kota-kota Cantik Eropa

Tepat pada 4 Oktober 1883, kereta mewah legendaris Orient Express memulai perjalanan perdananya. Saat itu kereta ini melayani rute dari Paris, Prancis, terus ke arah tenggara, menyusuri bagian tengah benua Eropa, hingga Konstantinopel (kini dikenal dengan nama Istanbul, Turki).

Awalnya dikenal sebagai kereta mewah untuk mengakomodasi keperluan kaum berpunya, supaya mereka bisa bepergian dengan penuh gaya. Pada masa itu, kereta ini berhenti di kota-kota cantik macam München, Wina, Bukares dan Budapest.

Pada awal-awal pengoperasiannya, penumpang harus menaiki kapal ferry, menyeberangi Laut Hitam, untuk bisa sampai di Kostantinopel. Namun mulai dari tahun 1889, penumpang bisa menikmati perjalanan dengan kereta tanpa interupsi.

Membeli kemewahan

Orient Express dikembangkan oleh seorang pengusaha asal Belgia yang bernama Georges Nagelmackers. Perusahaan miliknya yang bernama lumayan panjang, yaitu La Compagnie Internationale des Wagons-Lits et des Grands Express Européens, melengkapi kereta itu dengan gerbong untuk tidur, restoran, ruangan untuk merokok dan ruang duduk khusus perempuan.

Interiornya aduhai. Lantainya berbalut karpet dengan motif oriental, tirai-tirai dari beludru menggantung elegan, kursi-kursinya juga dilapisi kulit yang lembut yang didatangkan dari Spanyol. Makanan? Sudah pasti yang terlezat.

Kemewahan dan kenyamanan ini menjadi daya tarik Orient Express di mata kaum elit di Eropa, termasuk para bangsawan. Orient Express lantas mencapai puncak kejayaan di tahun 1920 hingga 1930-an.

Kereta ini juga menginspirasi penulis seperti Graham Greene yang menuliskan cerita berjudul Stamboul Train, dan tentunya Agatha Christie dengan novel detektif berjudul Murder on the Orient Express, yang juga ikut melegenda.

Sayangnya, pengoperasian kereta ini sempat terhenti akibat Perang Dunia I dan II. Pada tahun 1947, setelah PD II usai, Orient Express kembali beroperasi namun kembali terhenti pada tahun 1977 akibat terus-menerus berkurangnya jumlah penumpang.

Nostalgia para turis

Namun kenangan akan kereta klasik ini kembali dihidupkan dengan beroperasinya Venice Simplon Orient Express yang melayani rute Venesia hingga London.

Gerbong-gerbongnya, baik eksterior maupun interior, dirancang dengan nuansa romantisme murni untuk membangkitkan kerinduan akan perjalanan pada masa lalu. Hingga kini masih banyak juga peminatnya.

Berbeda dengan para jetset di masa lampau, penumpang kereta Venica Simplon Orient Express saat ini umumnya para turis yang memang bertujuan ingin ikut merasakan pengalaman naik kereta itu.

“Sebuah perjalanan ke masa lampau, yang di televisi terlihat sangat mewah. Kami merayakan ulang tahun ke-70 suami saya dengan cara ini,” ucap Patricia Jones, seorang turis asal Inggris kepada DW Euromaxx. Beberapa dari mereka juga terinspirasi cerita-cerita masa lalu dari kakek-neneknya pada masa kejayaan kereta ini.

Agak berisik, tapi asyik

Rute kereta Venice Simplon Orient Express mulai dari Venesia di utara Italia, melalui Swiss, lanjut ke Prancis hingga ke London di Inggris. Di gerbong ini terdapat kabin-kabin seperti pada zaman dahulu, tempat para penumpang dapat dengan rileks merebahkan badan dan membiarkan penat menjauh. Tersedia juga bak cuci supaya penumpang dapat menyegarkan diri.

Tahun 2018 terdapat tambahan gerbong super mewah yang menyerupai kamar hotel, lengkap dengan tempat tidur, sofa dan bahkan kamar mandi tersendiri. Interiornya masih konsisten menerapkan gaya tahun 1920-an.

Di luar kereta, para penumpang dimanjakan dengan pemandangan spektakuler mulai dari gunung-gunung terjal di selatan Eropa, hingga ke area perkebunan, dan pedesaan. Di dalam kereta, perut mereka dimanjakan dengan hidangan lezat yang dimasak oleh koki terbaik. Tiap menu makanan terdiri dari tiga macam hidangan yang dihidangkan di atas perangkat makan cantik.

Karena kereta ini adalah kereta asli yang direnovasi, suasana di dalam kereta akan terdengar sedikit bising. Alih-alih merasa keberatan, para penumpang justru mengatakan bahwa ini adalah bagian dari pengalaman yang tidak terlupakan.

ae/vlz (Euromaxx, Britannica, bahnreisen.de)



Sambil menunggu pandemi berlalu, tidak ada salahnya membayangkan berkeliling Eropa dengan kereta mewah bergaya klasik a la Orient Express.
DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Elshinta.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Tren Virus Corona: Pandemi Belum Berakhir
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Apa tren global saat ini? Target semua negara adalah masuk bagian biru dari peringkat dan tetap ber...
World Cities Day: Upaya Kota-kota Dunia Atasi Perubahan Iklim
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Jumlah orang yang tinggal di perkotaan diperkirakan akan membengkak pada dekade mendatang, menambah ...
Bernyanyi Jadi Berbahaya di Zaman COVID-19?
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Di sebuah studio di kota München, sebuah tim melakukan penelitian terhadap kandungan virus COVID-19...
Amsterdam Ingin Wujudkan Ekonomi Sirkuler
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Ibukota Belanda, Amsterdam berusaha mewujudkan ekonomi sirkuler hingga tahun 2050. Jadi upaya pengur...
Surga Unik di Siprus
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Bangunan mewah dan berwarna-warni di dekat Limassol, Siprus ini adalah karya seorang seniman lokal b...
Perempuan Diimbau Aktif Redakan Kebencian Lewat Dialog 
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Dialog menutup pintu kebencian, begitulah salah satu kesimpulan akhir yang dibahas selama konferensi...
Hegel, Filsuf Jerman Sumber Inspirasi Karl Marx
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Georg Wilhelm Friedrich Hegel, adalah salah satu pemikir paling terkenal dari Jerman Ia percaya bahw...
Irak: Tatkala Upacara Pemakaman Dipindahkan ke Facebook Selama Pandemi Corona 
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Ketika infeksi COVID-19 meningkat ke level yang mengkhawatirkan di Irak, komunitas-komunitas muslim ...
Ini Yang Dikatakan Obama Tentang Angela Merkel Dalam Buku Terbarunya
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Dalam buku memoar terbarunya yang dirilis Selasa (17/11),mantan presiden AS Barack Obama menyebut An...
“Universitas Jihad“ Pakistan Berbangga atas Alumninya
Kamis, 19 November 2020 - 10:29 WIB
Maulana Yousaf Shah tersenyum lebar saat dia menyebutkan daftar mantan siswa yang kini telah menjadi...
Live Streaming Radio Network
Live Streaming ElshintaTV